Rubrik

hiburan > cerpen > Pena


Pena

Subuh itu aku dilahirkan di ranjang perjudian. Orangtuaku adalah penjual lotre di sebuah kota kecil. Tante, om, tetangga, dan semua yang dekat dengan keluargaku juga senang berjudi. Saat aku lahir di sebuah rumah sakit, sebuah gelang dilingkarkan di pergelangan mungilku, sebagai tanda aku adalah anak dari ibuku. Gelang itu berisikan angka-angka. Dan semua angka-angka itu dipasang di meja lotre. Tak hanya sampai di situ saja, tanggal lahir, jam dan menitnya pun diikutsertakan. Siapa yang menyangka, mereka semua riang gembira atas kemenangan angka-angka itu. Tujuh hari berturut-turut angka-angka itu bergantian keluar menjadi pemenang. Disebutlah aku sebagai anak perempuan pembawa berkah! Saudara ayahku yang terlibat dalam salah satu keberuntungan waktu itu menceritakan padaku dengan senyumnya yang rekah dan mata yang berbinar mengingat kejadian itu.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan daftar dan login untuk mengakses artikel lengkapnya.

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas