Rubrik

hiburan > film > Rentang Emosi Adinia dan Reza


"Critical Eleven"

Rentang Emosi Adinia dan Reza

Critical Eleven termasuk film dengan rentang emosi yang sangat luas. Mulai dari emosi ekstrem bahagia sampai ekstrem sedih mendekati depresi. Di situlah kesulitan seorang aktor ataupun aktris dalam memerankan tokoh dalam film. Reza Rahadian dan Adinia Wirasti terbilang sukses merentang emosi yang demikian lebar itu.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Proteksi

    Satu bulan yang lalu, setelah lima puluh dua tahun, saya baru menyadari kalau saya ini adalah orang yang telah memilih untuk tidak bahagia. Pemilihan itu tidak saya sadari karena acap kali tertutupi

  • Semua Terserah Anda

    Seks selalu terkait emosi. Seks baik melibatkan emosi yang bebas. Seks buruk melibatkan emosi yang tersumbat. Deepak Chopra (pemikir, pengarang, tokoh gerakan Aliran Baru) Barangkali, itulah definisi

  • Aspek Psikososial Penanganan Bencana

    Setelah kejadian traumatis, seperti kecelakaan, penganiayaan, korban banjir bandang, atau terperangkap dalam gempa bumi, seperti di Pidie Jaya, Aceh, dan sekitarnya, wajar jika kita menghayati stres

  • Sanggupkah Indonesia Hadapi Perubahan?

    Pengantar Redaksi: Setiap akhir tahun harian ”Kompas” menurunkan laporan akhir tahun yang disajikan Litbang dan Redaksi di halaman 1 serta halaman 6 dan 7. Tema laporan akhir tahun 2016 adalah "Kein

  • Burung Pemarah Hinggap di Layar Lebar

    Marah merupakan emosi yang kerap mendapatkan stigma negatif, apalagi di tengah masyarakat yang selalu menginginkan harmoni dan menyebarkan keramahan. Film Angry Birds boleh jadi ingin ”membela”

  • Kelompok Dukungan

    Pekerja kesehatan mental seperti psikolog dan psikiater mungkin sering dilihat masyarakat sebagai “jauh“, sulit diakses, mahal, tak terjangkau. Atau sebaliknya, orang menghindar untuk datang karena ta

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas