Rubrik

hiburan > layar > Dongeng Koma tentang Kebobrokan


Teater

Dongeng Koma tentang Kebobrokan

Lakon Koma hampir identik dengan kebobrokan. Lakon-lakon yang dimainkannya berputar di sekitar kebobrokan moral, sosial, politik, dan ekonomi sebuah masyarakat. Begitu juga ketika kelompok ini memainkan kembali lakon "Opera Ikan Asin", sebuah naskah saduran dari dramawan Jerman, Bertolt Brecht, di mana keberengsekan berpeluk mesra dengan kebanalan kekuasaan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Menuntaskan Rindu di Rindu Alam

    Restoran ini memunculkan impresi gambar ikonik rumah di antara dua gunung. Letaknya sangat strategis. Dengan rasa makanan yang tidak berubah, kenangan akan tempat ini melekat di lidah dan hati pengunj

  • Kantor Akuarium Generasi Langgas

    Arah masa depan Indonesia berada di tangan generasi langgas atau generasi Y atau dikenal juga sebagai generasi milenial. Mereka lahir pada rentang tahun 1980 hingga akhir 1990-an. Pada 2020, tiga ta

  • Ayah yang Berprinsip

    Russell Crowe hampir identik dengan kekerasan. Tubuhnya yang kekar dan wajahnya yang nyaris selalu dipenuhi kumis dan jenggot mengesankan kejantanan. Film Fathers and Daughters mengubah stereotip itu.

  • Memimpikan Kabupaten Barus Raya

    Mengunjungi Barus dengan intensi menyaksikan warisan kebesaran masa lalu terpaksa harus kecewa. Kota itu kehilangan daya tarik. Lesu di berbagai sudut kota. Tidak lebih dari artefak yang bersolek mena

  • “Star Wars“ dan Masyarakat Ekonomi ASEAN

    Gegap gempita Star Wars episode 7 yang diputar perdana di bioskop, Desember lalu, telah menutupi realitas kehadiran Masyarakat Ekonomi ASEAN. Meski demikian, ada pelajaran menarik dari serial film t

  • Fenomena Hujan Tinggi di Jakarta

    Sepanjang Minggu hingga Senin, 8-9 Februari 2015, telah berlangsung kondisi cuaca yang cukup istimewa: curah hujan berkepanjangan lebih dari 12 jam. Di Stasiun Meteorologi Pelabuhan Tanjung Priok bahk

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas