Rubrik

hiburan > layar > Adu Lucu di SUCI7


Adu Lucu di SUCI7

Sumber komedi tidak pernah habis sepanjang masih ada manusia bernapas. Kehidupan menjadi gudang bahan komika melucu. Mereka didorong mengenali masalah hidupnya, lalu menerima hal itu dan meramunya menjadi komedi. Hidup yang gelap dan pahit itu kemudian mereka sajikan secara komedi.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • ”Rame-rame” Belajar Melucu, Yuk...

    Melucu butuh ilmu. Apalagi melucu di depan banyak orang, di atas panggung, dan sorotan lampu. Nah, komunitas ”stand-up comedy” menjadi kampus para calon komika dan komika untuk menguji nalar melucu me

  • Ini Remeh-temeh, tapi Serius

    Anak muda sekarang yang disebut sebagai generasi milenial benar-benar memanfaatkan teknologi untuk menunjukkan jati diri mereka. Ini seperti terlihat dalam gelaran Hello Fest Malang Raya di Graha C

  • Cahaya-cahaya Cinta dari Malang Raya

    Dekat-dekatlah dengan mereka yang membiarkan cahaya cinta terpancar tanpa ditahan-tahan, tanpa menghakimi atau mengharapkan penghargaan, tanpa membiarkan cahaya itu dihalangi rasa takut kalau-kalau

  • Menjadi Majikan bagi Diri Sendiri

    Menerabas keterbatasan sebagai penyandang disabilitas, Sulaeman (54) gigih mengembangkan kerajinan kulit sapi dan ikan pari di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga mengajak orang-orang serupa d

  • Indonesia atau ASEAN yang Menjadi Pasar?

    Indonesia atau ASEAN yang menjadi pasar? Pertanyaan itu kerap mengemuka setelah berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN, akhir 2015. Faktanya, Indonesia menjadi pasar ASEAN. Neraca perdagangan Indonesia d

  • Kader NU Bentengi Pancasila

    JAKARTA, KOMPAS Nahdlatul Ulama mendorong kader-kader untuk memahami politik global sekaligus gerakan radikal yang berpotensi mengancam Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengurus Bes

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas