Rubrik

hiburan > layar > Mari Berdansa Bersama Jamiroquai


ALBUM

Mari Berdansa Bersama Jamiroquai

Lewat musik, manusia bisa menemukan jati diri mereka. Lewat irama musik yang pas, manusia akan menggerakkan badan dan menikmati musik. Tidak ada cara terbaik menggerakkan badan selain sambil menikmati alunan musik dansa. Grup funk asal Inggris, Jamiroquai, sangat tahu soal tersebut dan mereka menyajikannya melalui album terbaru mereka, Automaton.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • 20150815-resensi

    Cerita Seru Permainan TradisionalJudul buku: Hore, Aku TinggiPenulis: Vanda AriePenerbit: Tiga Ananda, Imprint Tiga SerangkaiCetakan: April, 2015Indonesia kaya dengan permainan tradisional yang seru,

  • Gempita ”Record Store Day”

    Bagi penggemar musik sekaligus pencinta rekaman fisik, ”Record Store Day” adalah sebuah perayaan untuk terus menikmati musik dengan penuh penghargaan di era digital. Rekaman fisik, selain memberikan p

  • Tubuh dan Ranjang Kebudayaan

    Perhatian terhadap konteks perkembangan tubuh lebih kepada pentingnya perubahan tubuh kebudayaan, terutama karena perkara maraknya perubahan gaya hidup dalam sebuah lingkup sosial ekonomi budaya yan

  • Ingin Tetap Sehat

    Minggu lalu saya merayakan ulang tahun yang keempat puluh. Keluarga dan teman-teman membuat acara sederhana, tetapi mengesankan bagi saya. Semuanya mendoakan agar saya selalu sehat dan berhasil dalam

  • Dorong Investasi Setelah Panen

    Jakarta, Kompas Salah satu titik lemah pengembangan ekonomi desa adalah minimnya ketersediaan sarana prasarana setelah panen. Karena itu, pemerintah mendorong investasi pada proses produksi dan pasca

  • Kala Swafoto Tak Lagi Cukup

    Seperti sudah menjadi garis hidup bahwa manusia ingin selalu tampil sempurna. Lalu, media sosial terus mengonstruksi agar hasrat mengejar kesempurnaan tersebut mendekati nyata, setidaknya jika dilih

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas