Rubrik

hiburan > layar > Hantu-hantu Televisi


Hantu-hantu Televisi

Kisah horor dan mistis sudah menjadi salah satu genre (film) yang memiliki pasar sekaligus penggemar fanatik. Kisah-kisah itu bahkan kerap digarap ke dalam format selain film, salah satunya dalam bentuk program tayangan atau pertunjukan realitas di layar kaca.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Hantu-hantu Televisi

    Kisah horor dan mistis sudah menjadi salah satu genre (film) yang memiliki pasar sekaligus penggemar fanatik. Kisah-kisah itu bahkan kerap digarap ke dalam format selain film, salah satunya dalam ben

  • Pemanis di Belantara Estetika

    Ongkos produksi yang mahal dengan segmen masih terbatas tak menghalangi sejumlah musisi independen Tanah Air merilis album dalam format piringan hitam atau vinil. Meski juga diikuti perusahaan rekama

  • Mengenang Chrisye

    Lagu-lagu almarhum Chrisye sering dibawakan penyanyi lain. Namun, pemain harpa kenamaan Ussy Pieters ingin membawakan lagu-lagu tersebut dalam format berbeda, yakni paduan suara perempuan lintas usia

  • Jepang ”Menyerang” Lewat AAA

    Attack All Around, grup penyanyi asal Jepang, ”menyerang” Jakarta ketika tren pop Korea atau K-Pop masih kuat dan industri musik di Indonesia belum kembali menguat. Rabu (8/4) malam, kelompok asal Nag

  • Bisnis Nostalgia Menjual Kenangan

    Lagu nostalgia tak cuma manis untuk dikenang dan didendangkan, tetapi juga legit sebagai ceruk ”cuan”. Lewat konser-konser penyanyi jadul, promotor membidik dan memelihara pasar mapan. Berduit, dan te

  • Perpustakaan Promosikan Format Digital

    JAKARTA, KOMPAS Perpustakaan Nasional mendorong pengayaan koleksi pustaka dalam format digital agar bisa diakses masyarakat bermodal koneksi internet tanpa perlu datang ke perpustakaan secara fisik

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas