Rubrik

hiburan > seni > Melukis dengan Kekuatan Hati


PAMERAN

Melukis dengan Kekuatan Hati

Pelukis Sidik Martowidjojo bertutur tentang inti karya-karya yang sedang dipamerkannya di Museum Nasional itu, sebagai relasi makrokosmos dan mikrokosmos, yakni jagat besar atau alam semesta dan jagat cilik atau manusianya. Kurator pameran Jim Supangkat merumuskannya sebagai kekuatan hati Sidik ketika menghadapi realitas membingungkan yang melumpuhkan pemikiran.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Selamat Jalan Mitos, Selamat Datang Nalar

    Meski gerhana matahari total beberapa kali hadir di wilayah Indonesia, gerhana pada 9 Maret 2016 tetaplah terasa istimewa. Bukan hanya karena fenomena langka, melainkan juga gerhana kali ini bisa menj

  • Bebas dan Cairnya Kompetisi Trimatra

    Untuk kedua kalinya, Kompetisi Karya Trimatra digelar Komunitas Salihara, membuka peluang bagi kemunculan karya tiga dimensional yang tak terkungkung batasan seni patung. Sejumlah 25 karya finalis par

  • Jendela Tarian Bayangan Erawan

    Perupa Nyoman Erawan tak pernah berhenti menggali akar tradisinya, Bali. Dalam pameran tunggalnya,”Shadow Dance”, yang berlangsung di Art Space:1 Jakarta, ia menghadirkan kanvas yang bukan hanya berdi

  • Pendidikan Tanpa Mendidik

    Dunia pendidikan kita sudah melenceng jauh dari orbit hakikat pendidikan sesungguhnya. Menteri silih berganti, tetapi pusat perhatiannya sama: administrasi pendidikan (anggaran, bantuan operasional s

  • Jagat Haruk, Sihir Boneka Tuida

    Kelompok teater boneka asal Korea Selatan, Performance Group Tuida, memanggungkan Dongeng Haruk di Teater Salihara, Jakarta, 12-13 Februari lalu. Tuida meramu dan menggabungkan beberapa cerita rakya

  • Warisan Kearifan Lokal Kurang Dipelajari

    Jakarta, Kompas Perpustakaan Nasional saat ini mengoleksi sekitar 10.300 naskah kuno. Warisan kearifan lokal yang tertulis ini masih kurang dipelajari dan dikembangkan untuk memberikan landasan kehidu

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas