Rubrik

hiburan > seni > Roman Legong Gaya Bedulu


TARI

Roman Legong Gaya Bedulu

Romantisisme cinta Prabu Lasem terhadap perempuan cantik Diah Rangke Sari dipentaskan secara apik oleh lima penari Sanggar Bali Ganda Sari di Desa Bedulu, Gianyar. Diiringi langsung gamelan dari Seka Bali Ganda Sari, panggung terbuka Bentara Budaya Bali menjadi saksi nostalgia dan upaya revitalisasi roman Sang Prabu dalam pementasan tari Legong Klasik Lasem Gaya Bedulu, Minggu (23/4) malam.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kartini, Si Burung Pantai nan Lincah

    Sutradara Hanung Bramantyo menyebut buku ”Panggil Aku Kartini Saja” karya Pramoedya Ananta Toer sebagai penentu ”angle” atau sudut pandang utama ketika menggarap film Kartini. Tanpa embel-embel raden

  • Firdaus yang Hilang

    Kamis, 24 Juli 2014. Makam Nabi Yunus di puncak Tell Nebi Yunus, Bukit Nabi Yunus, di kota kuno Ninive (Nineveh), dihancurkan. Orang-orang dari kelompok bersenjata yang menyebut dirinya Negara Islam

  • Mengendarai Memori

    Melihat sepeda motor yang dipajang di gerai anyar Royal Enfield di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, seperti menyaksikan bangkitnya memori masa lampau. Dan, memori masa lampau inilah yang ingin dikena

  • ”Bila Kita Punya Jabatan...”

    ”Bila kita punya jabatan/Banyak dermawan yang datang/Dalam mencari kesempatan/Godaan berupa uang/Godaan berupa barang/Sampai-sampai noni-noni rupawan”, kata Bimbo dalam lagu ”Romantika Hidup” saat ko

  • Memperpanjang Napas Legong Bedulu

    Gusti Ayu Diah (12) dan Gusti Ayu Mei Swari (13) lincah menarikan Legong Kupu-Kupu Tarum dalam latihan bersama di pelataran pendopo Pura Samuan Tiga, Bedulu, Kabupaten Gianyar, Kamis (4/5) malam. Tar

  • Senja dengan Musik Dunia

    Suatu petang saat menunggu waktu berbuka puasa, batin pun tenteram dilipur rangkaian musik dunia. Bukan saja asalnya, melainkan juga genrenya. Ada yang muram mencekam, seperti ”Invictus”karya Ivo Anto

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas