Rubrik

hiburan > seni > Berpuisi Menangisi Bumi


SASTRA

Berpuisi Menangisi Bumi

Entah dengan cara apalagi mengingatkan manusia untuk berhenti merusak bumi. Beragam gerakan moral hingga aksi frontal tak mampu menghadang keserakahan penghancur planet biru. Barangkali puisi masih dapat menyentuh relung-relung hati, memperlambat penghancuran bumi.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Menembus Tembok-tembok Rumah Ibadah

    Untuk mencegah dampak fatal perubahan iklim, hukum dan berbagai regulasi tak lagi dipandang cukup. Dunia mulai berpaling pada gerakan moral dipimpin agama atau kepercayaan.Pemimpin Gereja Katolik Sedu

  • Polisi: Jangan Perkeruh Suasana Menjelang Pilkada

    JAKARTA, KOMPAS Hingga hari Selasa (28/3), polisi belum menerima pemberitahuan mengenai rencana aksi pada Jumat, 31 Maret, atau yang sering disebut sebagai aksi 313. Padahal, pemberitahuan aksi itu p

  • Berpuisi Menangisi Bumi

    Entah dengan cara apalagi mengingatkan manusia untuk berhenti merusak bumi. Beragam gerakan moral hingga aksi frontal tak mampu menghadang keserakahan penghancur planet biru. Barangkali puisi masih d

  • Dari Penyebar Toleransi hingga Aksi Perlawanan

    Awalnya adalah sebuah gerakan teologis penyebar toleransi dan perdamaian pada awal 1990-an. Demikian Ahmed Addaghashi, profesor dari Universitas Sana’a dan penulis buku Houthi Phenomenon dan Houthis

  • Serangan Harga...

    Serangan harga kebutuhan bertubi-tubi melanda tata niaga pangan nasional. Kenaikan harga terjadi mulai dari beras, daging sapi, cabai, hingga tomat dan daging ayam. Beras medium pernah tembus Rp 13.00

  • ”Mlarat ning Ningrat”

    Dengan maksud terus menggali legacy, warisan tidak dalam arti materi, diselenggarakan Forum Mangunwijaya XII di Yogyakarta, 11 Februari lalu, dengan topik ”Gerakan Sosial Romo Mangun”. Diskusi terbat

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas