Rubrik

hiburan > seni > Pemberontakan "Swarga Nunut Nraka Katut"


TEATER

Pemberontakan "Swarga Nunut Nraka Katut"

Tanah adalah wajah. Tak ada tanah kalau tak ada wajah kehidupan. Tak ada kehidupan kalau tak ada tanah. Tanah subur, kaya makmur. Kalau tanah kering dan menjadi bongkahan- bongkahan, itulah keretakan. Dan tanah tidak akan memberi arti apa pun bagi manusia. Akhirnya kehidupan hanyalah sia-sia.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Indonesia Bentuk Bank Tanah

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah berencana membentuk bank tanah dengan menarik kembali status hak guna usaha yang tidak dimanfaatkan oleh pemegang hak. Pembentukan bank tanah itu dilakukan untuk menyediaka

  • Pemberontakan ”Swarga Nunut Nraka Katut”

    Tanah adalah wajah. Tak ada tanah kalau tak ada wajah kehidupan. Tak ada kehidupan kalau tak ada tanah. Tanah subur, kaya makmur. Kalau tanah kering dan menjadi bongkahan- bongkahan, itulah keret

  • Nelson Mandela

    Pulau Robben atau Robbeneiland ”mengapung” di Table Bay, sekitar 6,9 kilometer sebelah barat pantai Bloubergstrand, Cape Town, Afrika Selatan. Pulau berbentuk oval itu, dengan panjang 3,3 kilometer

  • Menafsir Alam yang Berubah

    Katakanlah ini sebagai kabar yang menggembirakan dari ajang Basoeki Abdullah Art Award #2, sebuah kompetisi seni rupa yang melibatkan ratusan perupa muda. Mereka adalah anak-anak generasi milenial

  • Kilasan Kawat Sedunia

    VictoriaSebuah bongkahan emas seberat 8 pound (3,628 kg) dengan nilai sekitar 190.000 dollar Australia ditemukan oleh seorang petambang musiman di Australia. Menurut perusahaan manufaktur detektor lo

  • 20160708PUISI-A

    Acep Zamzam NoorPelabuhan AmpenanSebuah jalan membelah kebisuan siangUdara panas serta debu mengepul ke udaraAku menyusuri pedestrian, melewati deretan toko Yang sudah menjadi reruntuhan di antara gud

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas