Rubrik

hiburan > seni > Tarian Sukma Oka Blangsinga


SENI

Tarian Sukma Oka Blangsinga

Dia menari dengan raga, jiwa, dan sukma yang utuh menyatu, me-taksu. Itulah Ida Bagus Oka Wirjana atau Ida Bagus Oka Blangsinga, maestro tari Kebyar Duduk. Hal itu disampaikan I Made Bandem dan I Wayan Dibia dalam acara Obituari Maestro Ida Bagus Oka Blangsinga di Bentara Budaya Bali, Sabtu (29/4) malam.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Maestro Tari Oka Blangsinga Berpulang

    GIANYAR, Kompas Maestro tari Ida Bagus Oka Wirjana (87) asal Blangsinga, Kabupaten Gianyar, Bali, meninggal sekitar pukul 12.00 Wita, Jumat (3/2), karena sakit. Almarhum yang biasa dipanggil Oka

  • Menari dengan Hati

    ”Menari itu jiwa, menari itu hati. Maka, menarilah dengan jiwa dan hati yang paling dalam,” kata Russella Narpan M Apoi (68), maestro tari Dayak dari Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Ucapan itu d

  • “Flash Mob“ dan Bidan Menari

    Sudah dua kali Mila menggelar flash mob, yang pertama bertajuk “Jarikan“. Flash mob merupakan gerakan yang dilakukan sekelompok orang di tempat umum dengan tujuan tertentu. Diselenggarakan di mal, s

  • Menari dengan Mobil, Rio SB Juarai Drift War 2016

    Asap putih pekat muncul dari ban saat mobil yang dikendarai Rio SB menikung dengan kecepatan tinggi. Tangan kirinya menarik tuas rem tangan dan tangan kanannya sibuk membanting setir mobil sedan berwa

  • Repatriasi Seni ke Tanah Leluhur

    Jejak nenek moyang seni Bali berhasil dilacak. Repatriasi rekaman-rekaman berupa piringan hitam berjumlah 78 rpm, yang pernah dilakukan Beka dan Odeon tahun 1928, menjadi penyambung mata rantai sejara

  • Meniti Bali yang Kini

    Di Bali, tradisi menari tak pernah surut. Mereka terus bertarung di antara impitan beragam budaya global dan kewajiban ritual. Ngayah dalam berbagai upacara di pura bukan lagi satu-satunya tujuan be

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas