Rubrik

hiburan > udar > Simbolisme Toleransi


UDAR RASA

Simbolisme Toleransi

Jawa terkenal padat. Sulit mencari kesunyian. Namun, adakalanya terdapat kejutan. Itulah yang terjadi pada saya beberapa hari yang lalu di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Seusai menghadiri satu upacara peringatan kematian, saya dan istri, entah bagaimana berkeputusan mencari udara segar, yaitu udara dingin pegunungan, di kaki Gunung Sumbing.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Pilgub Rasa Pilpres

    Pada 21 September 2016 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, “Ini Pilkada DKI rasa pilpres.“ Selang dua hari kemudian, Demokrat bersama tiga partai lainnya mengumumkan penc

  • Wilayah Jakarta Alami Anomali

    JAKARTA, KOMPAS Anomali cuaca terjadi di wilayah DKI Jakarta. Musim hujan di wilayah ini lebih lambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara wilayah sekitar, seperti Bogor dan Tangerang, te

  • Depresi Pasca-lahir

    Pekan ini, peristiwa memprihatinkan telah mengguncang publik: seorang ibu memutilasi anaknya yang baru berusia satu tahun. Belum jelas apa pemicunya, namun diduga si ibu mengalami depresi berat.Org

  • Korban Tanah Longsor Bertambah

    COLOMBO, RABU Tim penyelamat menemukan lagi 17 jasad dalam kondisi meninggal akibat terkubur tanah longsor di Kegalle, kawasan pegunungan di barat laut Colombo, Sri Lanka, Rabu (18/5). Dengan demiki

  • Kilas Luar Negeri

    Suami Perempuan Indonesia Jadi Tersangka John Chardon (68), suami seorang perempuan Indonesia, resmi menjadi tersangka dan ditahan di Brisbane, Australia, Jumat (17/6), tiga tahun setelah istrinya men

  • Cuaca Ekstrem Picu Bencana

    Jakarta, Kompas Intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Seiring dengan hal itu, frekuensi bencana dipicu faktor cuaca meningkat. Itu menuntut perubahan miti

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas