Rubrik

hiburan > udar > Di Bawah Pohon Sukun Tembi


UDAR RASA

Di Bawah Pohon Sukun Tembi

Banyak orang tahu katanya kecerdasan buatan berupa peranti-peranti digital yang menggantikan kerja otak kita dalam mengingat, menghitung, memproses data—algoritma istilahnya—akan segera banyak mengambil alih pekerjaan manusia. Syukurlah. Semenjak manusia bukan melulu gejala otak melainkan juga raga dan roh, mudah-mudahan teknologi juga segera menghadirkan keragaan buatan dan roh buatan. Untuk yang terakhir itu, perantinya kira-kira keimanan buatan. Pengedarnya banyak di negeri ini.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Nostalgia

    Sebagaimana banyak orang mengenang bagaimana sejumlah jalan dulu lancar dan kini macet luar biasa, saya juga ingat, beberapa waktu lalu Jakarta Outer Ring Road alias JORR rasanya cukup nyaman, m

  • Kamar Bung Karno

    Sementara para kader PDI Perjuangan mengikuti rapat kerja nasional, Minggu, 21 Mei 2017, di sebuah hotel di Sanur, Bali, saya ditemani seorang kader PDI-P Sulawesi Utara, Rocky Wowor, menjenguk kam

  • Media Sosial dan ”Mendacity”

    Kalau dirasa-rasakan, media sosial dekat sekali dengan mendacity. Kosakata bahasa Inggris mendacity berasal dari kosakata Latin mendacitas, artinya kebohongan. Seseorang yang terus-menerus berbohong

  • Masih Banyak Orang Peduli

    Gerakan Indonesia Mengajar yang dimulai lima tahun lalu dinilai telah menyalakan semangat serupa pada banyak orang dan daerah. Gerakan Indonesia Mengajar menginspirasi gerakan-gerakan yang juga ingi

  • "Aku Akan Menyalakan Cahaya..."

    Menjadi pesohor dengan banyak penggemar menyadarkan Nadya Hutagalung (40) bahwa suaranya didengar. Pernah penuh waktu membaktikan diri pada program penyelamatan lingkungan, ia akhirnya memilih berkipr

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas