Rubrik

internasional > afrika > "Tarian" bagi Tanah yang Haus


ETIOPIA

"Tarian" bagi Tanah yang Haus

"Dengar rintihan berjuta kepala. Waktu lapar menggila. Hamparan manusia tunggu mati. Nyawa tak ada arti. Kering kerontang meradang. Entah sampai kapan. Datang tikam nurani. Selaksa doa penjuru dunia. Mengapa tak robah bencana. Menjerit Afrika mengerang Etiopia...". Lagu "Etiopia" oleh Iwan Fals pada 1986 itu menggambarkan kengerian bencana kelaparan yang melanda Etiopia. Bencana yang mengaburkan keindahan tanah di tanduk Benua Afrika.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kekeringan Melanda Lahan Pertanian di Lamongan

    LAMONGAN, KOMPAS Kekeringan melanda areal pertanian di daerah Lamongan, Jawa Timur, yang sudah telanjur ditanami jagung atau kangkung. Agar tanaman tetap hidup, petani terpaksa mengangkut air dari

  • ”Tarian” bagi Tanah yang Haus

    ”Dengar rintihan berjuta kepala. Waktu lapar menggila. Hamparan manusia tunggu mati. Nyawa tak ada arti. Kering kerontang meradang. Entah sampai kapan. Datang tikam nurani. Selaksa doa penjuru dunia.

  • 3.000 Hektar Padi Terancam Gagal Panen

    JANTHO, KOMPAS Sedikitnya 3.000 hektar lahan padi di Aceh Besar, Aceh, terancam gagal panen karena kekeringan sejak pertengahan Juni lalu. Selain dipicu musim kemarau yang menyebabkan debit air meny

  • Ironi Kebangkitan Labuan Bajo

    Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional. Namun, wajah kota ini sejak ditetapkan menjadi daerah otonomi 2015 nyar

  • Rekreasi di Taman Atap Kantor

    Mendengar Bojonegoro, yang muncul di benak adalah banjir akibat luapan Bengawan Solo. Satu lagi, daerah ini menjadi kering kerontang begitu musim kemarau tiba. Kini, Bojonegoro berbenah. Membangun rua

  • Sorgum Mutan untuk Dunia

    Soeranto Human, peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional, memanfaatkan radiasi sinar gama di fasilitas iradiator untuk membuat materi genetik sorgum bermutasi. Hasilnya, benih sorgum unggul yang cocok di

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas