Rubrik

internasional > amerika > AS Tuduh Iran Panasi Timteng


AS Tuduh Iran Panasi Timteng

Menlu Iran: Washington Sepatutnya Penuhi Komitmen Kesepakatan Nuklir

WASHINGTON, RABU — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menuduh Iran melancarkan sejumlah provokasi untuk mengganggu stabilitas negara-negara di Timur Tengah. Teheran menyanggah hal itu dengan mengingatkan AS soal komitmen terhadap persetujuan nuklir tahun 2015.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Ambisi Mesir di Timur Tengah

    KAIRO, KOMPAS Mesir berusaha mengembalikan peran sentralnya di Timur Tengah melalui pintu upaya menggerakkan kembali perundingan damai Israel-Palestina. Mesir telah secara resmi menyampai

  • Dunia Terus Desakkan Solusi Damai untuk Timur Tengah

    WASHINGTON, RABU Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Selasa (5/1), terus mendesak para pemimpin Arab dan Iran untuk mengedepankan dialog setelah ketegangan diplomatik antara Iran dan Ara

  • Kontradiksi Kabinet AS

    WASHINGTON, KAMIS Calon menteri dalam kabinet Donald Trump berpendapat, Rusia merupakan musuh utama Amerika Serikat dan juga menjadi ancaman dunia. Presiden Vladimir Putin harus menjadi perhatian

  • Buah Manis Keteguhan RI di Timur Tengah

    Membangun rumah berfondasi pasir sama sulitnya dengan mempertahankannya. Terlihat seperti itulah relasi antara Iran dan Arab Saudi. Persoalan masa lalu, isu primordial, dan perebutan pengaruh di kawas

  • Dua Orang Meninggal di Timur Tengah

    INDRAMAYU, KOMPAS Dua tenaga kerja Indonesia asal Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meninggal karena sakit di Timur Tengah dalam dua bulan terakhir. Mereka adalah tenaga kerja

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas