Rubrik

internasional > asia-pasifik > PAP Menang Telak, PM Lee Berharap Singapura Lebih...


PAP Menang Telak, PM Lee Berharap Singapura Lebih Baik

SINGAPURA, SABTU — Partai Aksi Rakyat atau PAP, yang kini memerintah Singapura, kembali meraup kemenangan telak dalam pemilihan umum, Jumat (11/9). Hasil pemilu memperlihatkan, PAP meraup 69,9 suara atau di atas hasil terburuk mereka pada pemilu terakhir, 2011. Saat itu, PAP mendapat 60,1 persen suara dan menduduki 79 dari total 87 kursi di parlemen.

Perdana Menteri Singapura yang juga Sekretaris Jenderal Partai Aksi Rakyat (PAP) Lee Hsien Loong (tengah) bersama pendukungnya, Sabtu  (12/9), di Singapura, merayakan  perolehan suara partainya dalam pemilihan umum yang berlangsung Jumat (11/9).
REUTERS/EDGAR SUPerdana Menteri Singapura yang juga Sekretaris Jenderal Partai Aksi Rakyat (PAP) Lee Hsien Loong (tengah) bersama pendukungnya, Sabtu (12/9), di Singapura, merayakan perolehan suara partainya dalam pemilihan umum yang berlangsung Jumat (11/9).

Dengan hasil Pemilu tersebut, PAP memperoleh 83 dari 89 kursi di parlemen yang telah diperluas. Adapun partai oposisi, Partai Pekerja, hanya mendapat 6 kursi, atau berkurang dari 7 kursi yang mereka peroleh dari pemilu sebelumnya.

PAP unggul di 27 dari 29 daerah pemilihan. Di dua daerah pemilihan lain, Aljuneid dan Hougang, Partai Pekerja (WP) mempertahankan kemenangannya. Pemilu parlemen Singapura menerapkan sistem distrik. Partai yang menang di sebuah distrik mengambil semua jatah kursi di distrik tersebut. Dengan demikian, 89 kursi di parlemen dibagi 83 kursi untuk PAP dan sisanya untuk WP. Tidak ada calon independen duduk di parlemen periode ini.

Departemen Pemilu pada Kantor Perdana Menteri Singapura mencatat 2.304.331 warga terdaftar memberikan suara mereka melalui 832 tempat pemungutan suara (TPS). Dari seluruh suara masuk, 47.315 dinyatakan tidak sah.

Sementara sebanyak 158.595 warga tercatat tidak memberikan suara. Departemen Pemilu akan meminta penjelasan mereka. Sebab, setiap warga Singapura yang memenuhi syarat diwajibkan memberikan suara dalam pemilu. Mereka yang tidak memilih di satu pemilu akan kehilangan hak memilih dan dipilih pada pemilu selanjutnya. Hak akan dipulihkan apabila mereka mampu menjelaskan alasan ketidakhadiran di TPS.

Pemilu 2015 merupakan pemilu bersejarah baik bagi PAP maupun Singapura. Bagi Singapura, ini adalah pertama kali semua 87 kursi parlemen diperebutkan. Sementara bagi PAP, ini adalah pemilu pertama tanpa patron mereka, Lee Kuan Yew, yang meninggal Maret lalu.

Berdasarkan hasil yang diumumkan Departemen Pemilu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong berhasil mempertahankan kursinya di daerah pemilihan (dapil) Ang Mo Kio. Sukses Sekretaris Jenderal PAP itu diikuti sejumlah menteri dalam kabinetnya.

Menteri Pertahanan Ng Eng Hen (Bishan-Toa Payoh), Menteri Keuangan Tharman Shahmugaratnam (Jurong), dan Menteri Senior Indranee T Rajah (Tanjong Pagar) juga sukses kembali ke parlemen. Dapil Tanjong Pagar merupakan tempat konstituen Bapak Bangsa Singapura, mendiang Lee Kuan Yew, sejak 1950 hingga wafat Maret lalu. Mantan PM Singapura Goh Chok Tong (Marine Parade) juga memastikan kursinya di parlemen.

Lebih baik

content

PAP memerintah Singapura sejak negeri itu meraih kemerdekaan pada 1965. Mereka selalu diperkirakan bakal meraih kemenangan dalam setiap pemilu. Namun, pada pemilu kali ini partai oposisi berusaha memecah dominasi tersebut.

Kepada para pendukung, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong berharap, Singapura bakal lebih baik daripada sebelumnya seusai pemilu. "Kami sangat terhormat, kami sangat gembira dan dalam waktu yang sama, juga sangat bersahaja dengan hasil itu," kata Lee.

Sebelum pemilu digelar, PAP berharap, semangat patriotisme yang menyala bersamaan hari ulang tahun kemerdekaan Singapura ke-50 pada tahun ini dan sikap hormat pada pemimpin kemerdekaan dan mantan PM Lee Kuan Yew bakal menguntungkan mereka.

Lee Kuan Yew meninggal, Maret lalu. Ia adalah ayah Lee Hsien Loong. Saat memerintah Singapura, ia dipuji atas kebijakan-kebijakannya yang pro-pasar. Namun, ia juga menuai kritik di Singapura maupun di luar negeri atas kontrol ketatnya pada pers, kepentingan publik, dan lawan-lawan politik.

Dalam pemilu Singapura, ada delapan partai politik yang ambil bagian. Mereka berharap bisa memetik keuntungan dari kehadiran besar massa yang datang dalam kampanye-kampanye mereka. Kandidat partai oposisi memfokuskan pada isu-isu dasar, seperti lapangan pekerjaan, layanan kesehatan, dan penyediaan tempat tinggal.

Untuk menyaingi oposisi dan tidak mengulangi hasil buruk pada Pemilu 2011, PAP terpaksa bergerak agak ke kiri dalam sikap politiknya. Mereka ikut menyuarakan suara-suara yang dibawa oposisi yakni penanganan lebih bagus pada massa pemilih kelas menengab dan bawah.

Tanda kuat

PAP tidak hanya berhasil mempertahankan dominasi, perolehan suara partai itu juga naik. Partai itu mendapat 69,68 persen suara sah, lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan pemilu 2011 dengan 61 persen suara sah. Namun, perolehan suara PAP kali ini masih lebih rendah dibandingkan hasil pemilu 2000 saat partai itu mendapat 75 persen suara sah.

Pendukung Partai Pekerja (WP) mengibarkan bendera di Stadion Hougang, Singapura,  Sabtu (12/9).
AFP/MOHD FYROL
Pendukung Partai Pekerja (WP) mengibarkan bendera di Stadion Hougang, Singapura, Sabtu (12/9).
Perdana Menteri Singapura yang juga Sekretaris Jenderal Partai Aksi Rakyat (PAP) Lee Hsien Loong (tengah) menyampaikan terima kasih kepada pendukung dan tim kampanyenya, Sabtu (12/9).
REUTERS/EDGAR SU
Perdana Menteri Singapura yang juga Sekretaris Jenderal Partai Aksi Rakyat (PAP) Lee Hsien Loong (tengah) menyampaikan terima kasih kepada pendukung dan tim kampanyenya, Sabtu (12/9).

"Saya senang dengan hasil pemilu. Hasil yang baik untuk PAP, tetapi ini luar biasa untuk Singapura," ucap Lee Hsien Loong setelah hasil resmi pemilu diumumkan pada Sabtu (12/9) dini hari.

Ia juga menyatakan, hasil pemilu 2015 merupakan tanda kuat bahwa Singapura pasca Lee Kuan Yew mampu menemukan jalan untuk tetap maju dan sukses. Ia mengajak semuanya menyudahi kompetisi selama pemilu. Dengan hasil resmi pemilu, sudah saatnya seluruh warga Singapura kembali bekerja sama membangun negara itu. "PAP akan bekerja sama dengan seluruh warga Singapura, termasuk yang kemarin tidak memilih kami," ujarnya.

Dengan perolehan itu, PAP bisa membentuk sendiri pemerintahan. Di Singapura, partai atau gabungan partai harus menguasai minimal 45 kursi parlemen untuk dapat membentuk pemerintahan. Perdana menteri dan kabinetnya harus merupakan legislator terpilih.

Dalam berbagai kesempatan, Lee Hsien Loong menyampaikan pemilu 2015 adalah titik balik. Ia juga membutuhkan mandat baru dan jelas untuk membawa negeri itu ke masa depan. Hasil pemilu 2015 memberikan hal itu kepada Lee.

Pencapaian bagus PAP di pemilu 2015, menurut Lee, tidak mungkin didapat tanpa dukungan dari berbagai warga Singapura. PAP secara khusus menyoroti pilihan kaum muda untuk tetap memercayai PAP. Pilihan itu dinyatakan sebagai amanat kepada pemerintah untuk mengamankan masa depan kaum muda. "Saya ingin menyampaikan kepada setiap calon terpilih bahwa Anda dipilih untuk melayani. Anda harus berusaha lebih keras untuk melayani," tutur Lee.

Ia menyatakan bahwa pemerintahan akan dibentuk dalam dua pekan ke depan. Ada beberapa hal akan diperhatikan. Pertama, memastikan anggota terpilih yang berbakat akan menduduki kursi di pemerintahan. Kedua, mempersiapkan calon pemimpin masa depan Singapura. Karena itu, PAP akan mempertimbangkan anggota muda dan baru pertama kali terpilih di parlemen untuk masuk kabinet.

(AFP/REUTERS/Channelnewsasia)

    Baca Juga

    • Singapura Berduka

      SINGAPURA, KOMPAS Warga Singapura berduka setelah perdana menteri pertama mereka, Lee Kuan Yew, meninggal, Senin (23/3) dini hari. Lee meninggal menjelang Singapura merayakan tahun emas kemerdekaanny

    • Kesehatan Lee Kuan Yew Membaik

      SINGAPURA, MINGGU Setelah sempat diisukan meninggal, kondisi mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew (91), Sabtu (28/3), dikabarkan membaik. Sejak 5 Februari lalu, PM pertama Singapura itu dira

    • Konflik di Antara Anak-anak Lee Kuan Yew Memanas

      SINGAPURA, KAMISPerseteruan di antara anak-anak mendiang mantan PM Singapura Lee Kuan Yew mengenai nasib rumah warisan tokoh itu semakin panas. PM Singapura Lee Hsien Loong, anak tertua Lee Kuan Ye

    • Lee Kuan Yew Gunakan Alat Bantu Pernapasan

      SINGAPURA, JUMAT Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew hingga Jumat (27/2) masih terbaring lemah di Singapore General Hospital karena pneumonia. Tokoh yang membawa Singapura menjadi salah sa

    • Pesta Keberhasilan Singapura

      SINGAPURA, MINGGUMenandai usia 50 tahun, Minggu (9/8), Singapura mengadakan parade besar dalam sejarah negara ini. Megahnya acara ini sekaligus merupakan perayaan keberhasilan menjadi negara dereta

    • Pro Penghematan Menangi Pemilu

      LISBON, SENIN Perdana Menteri Portugal Pedro Passos Coelho diperkirakan akan membentuk pemerintahan minoritas setelah koalisi kanan tengah yang dipimpinnya memenangi pemilihan umum, tetapi gagal mereb

    KOMENTAR

    Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
    Login untuk submit komentar.

    Kembali ke Atas