Rubrik

internasional > asia-pasifik > Ancaman Maritim Semakin Nyata


Lingkungan Strategis

Ancaman Maritim Semakin Nyata

Lingkungan strategis perairan Asia Tenggara, dari Laut China Selatan sampai Samudra Hindia, bisa diungkapkan seperti pepatah bahasa Tionghoa berbunyi, "qian pa long, hou pa hu (di depan takut naga, di belakang takut macan)". Kawasan ini mulai mencari arsitektur keamanan memadai yang disertai dengan gelar kapal perang dalam berbagai ukuran.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Militerisasi Jepang Pilihan Asia Tenggara

    Sejak Selasa (29/3), militerisasi Jepang dimulai untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dunia II. Undang-undang keamanan baru Jepang yang baru diberlakukan memungkinkan Pasukan Bela Diri Jep

  • Perubahan Arus Lingkungan Strategis Indonesia

    Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pertahanan Negara 2015, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, ancaman militer dan perang terbuka tak lagi dominan. Sebaliknya, ancaman nonmiliter, seperti

  • Politik Gotong Royong ASEAN

    Bagi Presiden Joko Widodo, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Vientiane, Laos, pekan ini, menjadi babak baru untuk menguji bagaimana mempertahankan sentralitas ASEAN dan mengukur kepentingan strateg

  • Armada Laut Baru Disiapkan

    JAKARTA, KOMPAS TNI akan mengajukan pembentukan armada Angkatan Laut baru di wilayah Papua untuk melengkapi dua armada yang saat ini bermarkas di Jakarta dan Surabaya. Pembentukan armada baru untuk

  • Lingkungan Strategis dan 2017

    Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dunia tak pernah sepi dari kecenderungan (trend), hal-hal yang tidak diketahui (unknowns), dan juga pengubah jalannya sejarah (game changers). Kita mengetahui ba

  • Eksploitasi Dihentikan

    SEMARANG, KOMPAS Manajemen PT Semen Indonesia berkomitmen menghentikan eksploitasi batu kapur di kawasan Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Hal ini menyusul arahan Presiden Joko Widodo memberlakukan m

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas