Rubrik

internasional > asia-pasifik > Satu Jam di "Tanah" Korea Utara


WAWANCARA DUTA BESAR

Satu Jam di "Tanah" Korea Utara

Krisis Semenanjung Korea yang memanas beberapa hari terakhir ini gara-gara ancaman serangan Amerika Serikat membuat Korea Utara gerah. Ancaman itu dibalas lagi dengan ancaman serupa, hingga berlanjut seperti perang kata-kata di antara keduanya.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Korea Utara Tidak Akan Tinggal Diam

    JAKARTA, KOMPAS Rezim Korea Utara siap menghadapi serangan dari pihak mana pun dan tidak gentar menerima sanksi apa pun yang sedang disiapkan dunia. Seperti negara lain, Korea Utara berhak meningkatk

  • Kesabaran AS Makin Tipis

    SEOUL, SENIN Kesabaran Pemerintah Amerika Serikat terhadap Korea Utara menipis. Jika rezim Korea Utara pimpinan Kim Jong Un tidak mau menghentikan pengembangan rudal dan nuklir, AS akan menempuh tind

  • Perang Korea II: Korut Bukan Suriah

    Krisis Semenanjung Korea semakin nyata dan para penguasa Korea Utara mulai terpojok ketika sekutunya di perbatasan baratnya, China, mulai geram dan cemas. Kehadiran gugus tugas kapal induk Amerika Ser

  • Semenanjung Korea Panas

    SEOUL, JUMAT Kondisi di Semenanjung Korea memanas akibat perang mulut antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang kian tajam. Tak hanya berbalas ancaman, kedua pihak juga memperkuat persenjataan dan

  • Korea Utara Tetap Nekat

    Korea Utara benar-benar nekat. Meskipun ditentang banyak negara dan dijatuhi sanksi, negeri itu hari Jumat lalu melakukan uji coba nuklir. Inilah uji coba nuklir kedua dalam tahun ini. Dan, merupak

  • Perang atau Bersatu

    Apakah Semenanjung Korea akan menjadi mandala perang besar lagi seperti enam dasawarsa silam? Perang Korea yang dimulai 25 Juni 1950 dan diakhiri gencatan senjata 27 Juli 1953 menewaskan sekitar 2,5 j

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas