Rubrik

internasional > asia-pasifik > Filipina Selidiki Insiden di Spratly


Filipina Selidiki Insiden di Spratly

Menteri Pertahanan Filipina Kunjungi Pag-asa

MANILA, JUMAT — Di tengah upaya para pihak untuk menuntaskan Kode Tata Perilaku, situasi di Laut China Selatan kembali menghangat. Otoritas Filipina, Jumat (21/4), mengatakan, kapal penjaga pantai China telah menembaki kapal nelayan Filipina di perairan Kepulauan Spratly.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Perang Cerdas dan Dadakan

    Eskalasi ketegangan di Laut China Selatan yang terus meningkat akibat sengketa wilayah di perairan tersebut sampai saat ini masih belum sampai pada tahap konflik atau perang terbuka. Negara yang salin

  • Kilas Luar Negeri

    Otoritas Filipina Tangkap Perahu Nelayan Tiongkok Setelah dua jam melakukan pengejaran, dua kapal penjaga pantai Filipina, Jumat (27/5), berhasil mencegat sebuah kapal nelayan Tiongkok di sekitar p

  • Memahami Penyanderaan ABK

    Dalam rentang waktu satu bulan, dua kali kapal berbendera Indonesia mengalami pembajakan. Sepuluh anak buah kapal warga negara Indonesia disandera kelompok yang diduga berasal dari Abu Sayyaf. Pada

  • Polda Metro Jaya Ungkap Sindikat Obat Kadaluwarsa

    Polda Metro Jaya mengungkap sindikat penjualan obat kadaluwarsa. Aparat Subdit I Indagditreskrimsus Polda Metro Jaya menahan M, pemilik rumah tempat produksi obat kadaluwarsa tersebut. Selama beraksi,

  • Bandung Selatan Kembali Terendam

    BANDUNG, KOMPAS Banjir setinggi 1 meter kembali melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yakni Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang, Rabu (18/5). Banjir akibat luapan Sun

  • WNI Korban Kejahatan

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah RI terus berkomunikasi dengan Pemerintah Filipina terkait perlindungan terhadap 177 warga negara Indonesia yang ditahan di Manila. Mereka dianggap sebagai korban kejahatan

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas