Rubrik

internasional > eropa > Nasib Migran Makin Rentan


Nasib Migran Makin Rentan

LONDON, KAMIS — Akibat kesepakatan Uni Eropa dan Turki untuk membendung migran ilegal masuk ke Yunani, migran yang paling lemah kini mustahil bisa mencari perlindungan ke negara-negara Eropa. Kesepakatan itu juga menyebabkan migran semakin rentan terhadap risiko kekerasan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Migran yang Terkatung-katung

    Perancis akhirnya menutup kamp penampungan migran di Calais, yang berbatasan dengan Inggris, dan dipisahkan oleh terowongan bawah laut. Kamp ini dijuluki “rimba“ karena kondisinya yang serba darura

  • Matej Toth: Ini 50 Kilometer yang Paling Mudah

    Beberapa kilometer menjelang masuk ke Stadion Sarang Burung Beijing, Tiongkok, Sabtu (29/8) pagi, yang menjadi tempat finis nomor jalan cepat 50 kilometer putra, seorang rekan memberikan bendera Slova

  • SBY, Mega, dan Jokowi

    Di tepi Danau Situgintung, Ciputat, Banten, Jumat (27/3), pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, membandingkan satu sama lain tujuh presiden di Indonesia sejak 1945 hingga kini.Di

  • Hongaria Perkuat Perbatasan untuk Cegah Migran

    ROSZKE, KAMIS Pemerintah Hongaria, Rabu (26/8), menyusun rencana untuk memperkuat keamanan di perbatasan selatan. Penguatan keamanan didukung helikopter, polisi, dan anjing pelacak, serta rencana p

  • Tanah Longsor, Bencana yang Paling Mematikan

    JAKARTA, KOMPAS Tanah longsor dan banjir menjadi bencana alam paling mematikan di Indonesia sepanjang dua tahun terakhir. Total korban tewas akibat longsor mencapai 372 orang. Terakhir, longsor terja

  • Partisipasi Publik Dibutuhkan

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah membuka ruang masukan terkait gerakan nasional revolusi mental kepada masyarakat luas. Masukan dibutuhkan untuk menyempurnakan gerakan yang sudah berjalan dua tahun. Semakin

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas