Rubrik

internasional > eropa > Kalkulasi Politik May


Kalkulasi Politik May

Parlemen Voting Percepatan Pemilu

LONDON, RABU — Keinginan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk mempercepat pelaksanaan pemilihan umum pada 8 Juni 2017 merupakan kalkulasi politik untuk menjaga momentum keunggulan Partai Konservatif. Menguasai mayoritas kursi parlemen penting bagi May untuk menghadapi negosiasi dengan Uni Eropa.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Momentum Politik Theresa May

    Parlemen Inggris menyetujui percepatan pemilu yang diusulkan Perdana Menteri Inggris Theresa May dari jadwal Mei 2020 menjadi 8 Juni 2017. Parlemen akan membubarkan diri pada awal Mei ini dan parta

  • Inggris Perkuat Turki

    ANKARA, MINGGU Perdana Menteri Inggris Theresa May hari Sabtu (28/1) menandatangani kesepakatan bantuan pertahanan kepada Turki sebesar 125 juta dollar AS (Rp 1,6 triliun) untuk membangun armada jet

  • Proses Brexit Dimulai

    LONDON, SENIN Parlemen Inggris mulai membahas RUU Brexit yang akan menetapkan proses formal perceraian Inggris dari Uni Eropa. Meskipun kecil kemungkinan proses ini dihambat, perdebatan tajam diperki

  • Inggris Hadapi Masa Berat

    LONDON, MINGGU Perdana Menteri Inggris Theresa May mengingatkan, Inggris bisa menghadapi masa-masa ekonomi yang berat. May menegaskan tidak akan mengadakan pemilihan sela karena Inggris saat ini memb

  • May Coba Yakinkan Merkel dan Hollande

    LONDON, RABU Perdana Menteri Inggris Theresa May segera bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Francois Hollande untuk mempresentasikan ”peta jalan” Inggris pasca Brexit, kepende

  • Warisan Persoalan bagi Theresa May

    Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May (59) merupakan perempuan kedua di Inggris yang menjadi perdana menteri setelah Margaret Thatcher. Ia berhasil menjadi ketua Partai Konservatif setelah melew

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas