Rubrik

internasional > timur tengah > Oposisi Turki Diancam


Oposisi Turki Diancam

Akses Kampanye Referendum Dinilai Tidak Adil

ANKARA, MINGGU — Sejumlah tokoh oposisi di Turki mengaku menghadapi berbagai ancaman, kekerasan, dan kesewenang-wenangan dari pemerintah negara itu. Akses kampanye mereka melalui televisi dibatasi dan bahkan disabotase oleh pemerintah menjelang penyelenggaraan referendum.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Oposisi Turki Diancam

    ANKARA, MINGGU Sejumlah tokoh oposisi di Turki mengaku menghadapi berbagai ancaman, kekerasan, dan kesewenang-wenangan dari pemerintah negara itu. Akses kampanye mereka melalui televisi dibatasi dan

  • PAP Menang Telak, PM Lee Berharap Singapura Lebih Baik

    SINGAPURA, SABTU Partai Aksi Rakyat atau PAP, yang kini memerintah Singapura, kembali meraup kemenangan telak dalam pemilihan umum, Jumat (11/9). Hasil pemilu memperlihatkan, PAP meraup 69,9 suara a

  • Hidupkan Narasi Agama yang Damai

    Jakarta, Kompas Kita perlu terus menggaungkan narasi utama agama-agama mengenai perdamaian dan mengusung nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, diperlukan peran generasi muda di dalam pembangunan k

  • Libur Lebaran, Atlet Jaga Kebugaran

    Jakarta, Kompas Tertundanya rencana uji coba kejuaraan di luar negeri tidak menyurutkan semangat tim tenis untuk mempersiapkan diri tampil di SEA Games 2017. Sambil menikmati libur Idul Fitri di ka

  • Kubu Erdogan Menang Tipis

    ANKARA, SENIN Kubu Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menginginkan perubahan konstitusi dari sistem parlementer ke sistem presidensial menang tipis 51,41 persen dalam referendum yang berlangsung, Min

  • Presiden Maduro Makin Berkuasa

    CARACAS, KAMIS Situasi politik di Venezuela kian mengkhawatirkan setelah Mahkamah Agung menyatakan mengambil alih kekuasaan Majelis Nasional yang didominasi kubu oposisi. Demokrasi di negara itu dian

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas