Rubrik

internasional > timur tengah > Satu Tahun Kudeta Gagal, Erdogan Ancam Lebih...


TURKI

Satu Tahun Kudeta Gagal, Erdogan Ancam Lebih Tegas

ISTANBUL, MINGGU — Satu tahun setelah berlangsungnya upaya kudeta yang gagal, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam tak akan segan-segan menghabisi pengkhianat negara. Untuk memulihkan stabilitas keamanan Turki, ia juga berjanji akan kembali memberlakukan hukuman mati apabila rencana itu disetujui parlemen. Jika hal ini terwujud, impian Turki untuk diterima di Uni Eropa akan kandas selamanya.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Turki-Rusia Bertekad Perangi Terorisme

    Ankara, Selasa Turki dan Rusia sepakat akan memerangi terorisme dengan cara yang lebih efektif, menyusul pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey G Karlov oleh seorang polisi Turki, Senin (

  • Arsitektur Keamanan Kebangkitan RRT

    Tanpa disadari, tata kelola arsitektur keamanan baru sedang terbentuk saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berniat bergabung dalam Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang dikendalikan Rusia-RR

  • Turki Tentukan Sistem Politik

    ISTANBUL, MINGGU Sekitar 55 juta pemilih warga Turki mengikuti referendum amandemen konstitusi negeri itu, Minggu (16/4). Presiden Recep Tayyip Erdogan akan meraup kekuasaan lebih besar jika mayorita

  • Erdogan Bisa Pimpin Turki sampai 2029

    ANKARA, KAMIS Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bisa melanggengkan kekuasaannya sampai tahun 2029 jika rancangan undang-undang yang diusulkan partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan, dis

  • Kunjungan Sensitif Merkel ke Ankara

    ANKARA, KAMIS Perhatian sekaligus antisipasi dunia internasional tertuju pada kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Ankara, Turki, dan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana

  • Presiden Erdogan Semakin Otoriter

    ANKARA, MINGGU Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan semakin otoriter. Setelah membredel beberapa surat kabar, kini Erdogan melarang aktivitas kelompok sipil, organisasi kemasyarakatan dan lembaga swad

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas