Rubrik

iptek > gawai > Dari Gawai Mendengar Noah


Konten Musik

Dari Gawai Mendengar Noah

Industri musik Indonesia tengah berbulan madu dengan layanan pengaliran atau streaming musik. Pengguna mendengarkan musik yang disediakan penyedia layanan seperti Joox atau Spotify tanpa perlu mengunduh file ke penyimpanan internal perangkat. Mereka tinggal membayar iuran bulanan dengan jumlah tertentu.

Seri produk Noah Sound merupakan kolaborasi antara SPC Mobile dengan Musica Studio selaku label yang menaungi grup musik Noah. Mereka mengincar konsumen dari basis penggemar lewat ponsel pintar dengan harga pada rentang Rp 1 juta.
Kompas/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOSeri produk Noah Sound merupakan kolaborasi antara SPC Mobile dengan Musica Studio selaku label yang menaungi grup musik Noah. Mereka mengincar konsumen dari basis penggemar lewat ponsel pintar dengan harga pada rentang Rp 1 juta.

Model bisnis ini tampaknya ideal dan bisa diterima sebagai bagian dari gerakan hijrah dari format analog ke digital. Tidak lagi membeli album penuh, tidak lagi membeli sebuah lagu, tetapi berlangganan untuk dinikmati secara daring.

Namun, apa yang dilakukan SPC Mobile ini justru sebaliknya, yakni menawarkan konten musik melalui ponsel pintar yang bisa dinikmati secara luring atau tidak perlu terhubung dengan internet. Mereka bekerja sama dengan Musica Studio, label rekaman yang menaungi grup musik Noah, untuk membuat seri ponsel dengan nama Noah Sound. Dijual dengan harga Rp 1 juta, Noah Sound adalah ponsel pintar yang ditanami konten musik grup musik ini untuk nanti dinikmati pembelinya.

Di penyimpanan internal ponsel setiap unit yang dibeli terdapat enam album grup ini. Dua di antaranya adalah daur ulang dari album yang dibawakan Nazril Irham, David Kurnia Albert, Loekman Hakim, dan Mohammad Kautsar Hikmat saat grupnya masih bernama Peterpan. Tidak hanya itu, terdapat konten tambahan lainnya, seperti tiga video musik mereka dan gambar latar belakang untuk ponsel.

Ponsel ini hanya bertujuan satu, yakni menjaring semua penggemar Noah untuk memiliki produk yang dijual di angka Rp 1 juta. Tidak hanya mendengarkan seluruh album mereka, ponsel Noah Sound memiliki identitas jelas berupa logo grup musik yang tercetak di bawah lensa kamera.

Inisiatif tersebut tidak dilakukan SPC Mobile saja. Oppo, merek asal Tiongkok, pada awal Desember menggandeng penyanyi Raisa untuk penjualan F1S edisi terbatas dengan badan berbalut warna hitam disertai nama dan tanda tangan Raisa. Hanya dengan meluncurkan 6.000 unit saja, angka sebanyak itu ludes dalam hitungan kurang dari lima hari.

Namun, yang membuat Noah Sound berbeda terletak pada kontennya. Noah sendiri yang meluncurkan ponsel mengandalkan karya lagu mereka selama ini berikut produk aksesori seperti pengeras suara dan penyuara kuping atau earphone.

Ini adalah ponsel mereka. "Teknologi terus berubah, cara menyampaikan pesan juga ikut berubah," ujar Nazril yang kerap disapa Ariel saat ditanya pendapatnya soal ponsel tersebut.

Noah Sound Camera Test

Meski demikian, SPC Mobile memilih untuk berada di latar belakang dan namanya tertutup bayangan nama grup Noah. Seperti saat diluncurkan pada Oktober lalu, produk yang diperkenalkan adalah Noah Sound sebagai ponsel pintar yang menggunakan grup musik sebagai mereknya. Bersikap pragmatis adalah keputusan mereka.

"Sama saja, yang terjual ponsel kami juga," kata Raymond Tedjokusumo, CEO SPC Mobile, saat ditemui pada acara tersebut.

Merek SPC terbilang tidak agresif dalam mengiklankan produk mereka, tetapi cukup mapan mengembangkan jaringan penjualan ritel di kota kecil yang mengitari kota besar. Memasarkan Noah Sound pun bakal memanfaatkan jaringan informasi yang dimiliki grup musik ini, seperti lewat akun media sosial dengan jumlah pengikut di Facebook sebanyak 4,2 juta dan Instagram sekitar 450.000 pengguna.

Strategi memasarkan produk dengan konten eksklusif kepada basis penggemar dengan harga terjangkau yang ditempuh SPC Mobile memang belum bisa dipastikan efektivitasnya. Namun, setidaknya bisa dimaknai sebagai terobosan untuk menghadirkan konten musik digital kepada mereka yang konsumsi internetnya rendah atau malah belum terbentuk.

Segmen pemula

Pengalaman Kompas dalam mempergunakan ponsel Noah Sound dalam beberapa hari menghasilkan kesimpulan bahwa produk ini memang sengaja diulik agar bisa memanjakan telinga para penggemar Noah dengan spesifikasi yang terjangkau agar harga bisa ditekan serendah mungkin. Dengan kata lain, ponsel pintar ini bisa dipergunakan untuk fitur dasar seperti telefoni, penggunaan layanan perpesanan, dan media sosial, tetapi segera terlihat batasnya bila dipacu lebih keras lagi.

Tentang harga yang terjangkau, Indrawati Widjaja selaku produser Noah dari Musica Studio mengakui basis penggemar Noah memang berasal dari segmen ekonomi B dan C yang sensitif dengan harga serta tinggal di kota-kota kecil, fakta yang berkelindan dengan kehadiran jaringan ritel SPC Mobile di sana.

Seri produk Noah Sound merupakan kolaborasi antara SPC Mobile dengan Musica Studio selaku label yang menaungi grup musik Noah. Mereka mengincar konsumen dari basis penggemar lewat ponsel pintar dengan harga pada rentang Rp 1 juta.
Kompas/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOSeri produk Noah Sound merupakan kolaborasi antara SPC Mobile dengan Musica Studio selaku label yang menaungi grup musik Noah. Mereka mengincar konsumen dari basis penggemar lewat ponsel pintar dengan harga pada rentang Rp 1 juta.

Bila konten musiknya dikecualikan, ponsel pintar ini secara obyektif akan sulit bersaing dengan ponsel lain. Sebagai pembuka, ponsel ini belum mendukung jaringan seluler generasi keempat atau 4G, padahal sudah banyak produk dengan harga Rp 1 juta yang sudah mendukung. Samsung bahkan memiliki tipe Z2 di harga Rp 900.000 yang bisa beroperasi di jaringan 4G.

SPC Mobile berkilah bahwa jaringan seluler 4G belum merata, terlebih di kota-kota kecil yang menjadi sasaran mereka. Namun, fitur tersebut seharusnya menjadi hak dasar ponsel di Indonesia seiring program pemerintah mendorong teknologi 4G dari sisi perangkat.

Spesifikasi pun tidak ada yang istimewa. Prosesor empat inti berkecepatan 1,2 gigahertz, RAM 1 gigabyte dan penyimpanan internal 8 gigabyte adalah komposisi yang lumrah ditemui di ponsel tipe lain dengan harga tersebut. Terdapat dua slot kartu SIM dan satu slot kartu penyimpanan eksternal yang bisa ditemukan dengan membuka kemasan belakang ponsel ini.

Kamera utama 8 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel bisa menangkap detail dengan baik meski dengan syarat pengambilan gambar dilakukan di kondisi pencahayaan yang cukup dengan fitur sederhana seperti memoles wajah obyek agar kulitnya lebih halus dan terang.

Pun sama dengan layar yang hanya bisa menampilkan resolusi gambar 854 x 480 piksel, cukup untuk menikmati konten seperti foto, video, maupun tampilan di peramban. Muka depan ponsel pintar ini tidak memiliki tombol fisik sehingga seluruh fungsi navigasi dilakukan di atas tombol virtual. Sensor yang ditanam di dalam hanya dua, yakni akselerometer dan pengukur kedekatan. Dengan keterbatasan spesifikasi seperti itu, ponsel pintar ini akan sulit mengakses seluruh ekosistem aplikasi yang ada di Play Store. SPC Mobile sudah membekali ponsel ini dengan versi sistem operasi Android 6.0.

Meski demikian, salah satu hal yang membuat Noah Sound bersinar adalah konten musik yang tersimpan di setiap unit ponsel dan bisa langsung dinikmati tanpa harus membutuhkan koneksi internet. Terdapat enam album Noah yang bisa didengarkan, yakni Bintang di Surga, Second Chance, Seperti Seharusnya, Sings Legends, Suara Lainnya, dan Taman Langit. File musik dikemas dengan ekstensi khusus yang membuatnya terlindung dari pembajakan seperti disalin atau dipindah ke perangkat lain.

Pengeras suara yang terletak di sisi bawah ponsel sayangnya tidak cukup mewakili untuk memperdengarkan lagu-lagu yang umumnya diputar lantang. Itulah mengapa rangkaian produk Noah Sound tidak berhenti pada ponsel pintar saja, tetapi juga ke pengeras suara nirkabel dan penyuara kuping agar pengguna bisa menikmati audio dengan kualitas lebih memadai.

Dengan membeli ponsel seharga Rp 1 juta, pengguna bisa menikmati seluruh lagu milik Noah dan konten multimedia lain. Angka penjualan memang belum diungkapkan SPC Mobile untuk saat ini. Namun, sebagai alternatif distribusi musik, segala cara perlu dicoba.

(Didit Putra Erlangga Rahardjo)

    Baca Juga

    • Menjual Noah, Menjual Ponsel

      Lagu yang ditulis Rinto Harahap, ”Cinta Bukan Dusta”, menjadi judul pertama yang dipakai oleh band Noah sebagai pembuka penampilan mereka pada Selasa (24/10/2016) sore. Panggung yang terletak di dalam

    • Adu Kebolehan Ponsel-ponsel 4G Merek Lokal

      Ada persepsi yang muncul beberapa tahun lalu bahwa kita tidak akan bisa memiliki gawai seperti telepon seluler pintar yang bisa diandalkan dengan harga Rp 1 juta-Rp 2 juta. Belum lagi apabila menyebu

    • Redmi 3 Prime, Ponsel Pintar yang Tertunda

      Satu pesan yang tegas mengemuka dari Redmi 3 Prime sewaktu dijual di Indonesia: ikutilah regulasi bila tidak ingin penjualannya terhambat! Oleh karena itulah, Redmi 3 Prime hanya bisa dijual sebagai p

    • Strategi Baru dari Galaxy A3, A5, dan A7

      Tahun lalu Samsung memperkenalkan tiga lini produk ponsel pintar mereka dari seri A yang ditujukan untuk segmen menengah dengan ciri khas badan bertepikan bahan besi terilhami dari Galaxy Alpha. Dua p

    • Genpro Menyusul ke Pasar yang Sempit

      Genpro adalah merek komputer jinjing yang diperkenalkan oleh PT Aries Indo Global, yang lebih dikenal publik dengan merek ponsel pintar lokal Evercoss. Menyasar segmen pelajar dan karyawan baru, peran

    • Z2, Tizen, dan Mimpi Baru Samsung

      Gagalnya penjualan Galaxy Note 7 akibat cacat produksi tidak mengubah fakta bahwa Samsung masih menjadi merek yang memimpin pasar ponsel pintar dengan sistem operasi Android di dunia. Data dari IDC ku

    KOMENTAR

    Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
    Login untuk submit komentar.

    Kembali ke Atas