Rubrik

iptek > gawai > Bersama Menolak Kabar Palsu


Literasi Digital

Bersama Menolak Kabar Palsu

Apakah kabar bohong atau hoaks hanya berhenti sebagai guyonan semata? Bisakah sebuah kabar bohong bisa mengancam nyawa seseorang? Septiaji Eko Nugroho punya jawabannya dan tidak akan terdengar bagus.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kabar Bohong Picu Pengeroyokan

    SERANG, KOMPAS Kabar bohong atau hoaks diduga memicu pengeroyokan yang menyebabkan kematian di Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (24/3), sekitar pukul 20.30. Korban ad

  • Kampanye Penghalauan Digelar di Linimasa

    JAKARTA, kompas Pengguna layanan media sosial Facebook akan mendapatkan sosialisasi mengenai penghalauan kabar bohong di linimasa, termasuk para pengguna di Indonesia. Upaya ini diharapkan bisa mengur

  • Pemerintah Disarankan Bentuk Badan Antihoaks

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah disarankan segera membentuk institusi atau badan yang secara khusus menangani berita bohong atau hoaks yang tersebar secara masif di ruang publik, khususnya media sosial. P

  • ”Hoax” Terus Tebar Benih Konflik

    JAKARTA, KOMPAS Informasi bohong atau hoax melalui media dalam jaringan terus merebak, seiring dengan maraknya penggunaan internet. Informasi palsu terus direproduksi dengan tujuan menimbulkan keb

  • Menebarkan Kebaikan

    Kebencian dan kekasaran di dunia maya juga dunia nyata membuat banyak pihak tidak lagi tinggal diam. Bukan melawan dengan kemarahan, melainkan dengan menebarkan pesan-pesan kebaikan. Ketua Umum PDI-P

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas