Rubrik

iptek > kesehatan > Bio Farma Mengembangkan Vaksin yang Lebih Murah


TEKNOLOGI KEDOKTERAN

Bio Farma Mengembangkan Vaksin yang Lebih Murah

BANDUNG, KOMPAS — PT Bio Farma (Persero) tengah mengembangkan dua jenis vaksin, yakni Typhoid Conjugate untuk mencegah tifus dan vaksin Rotavirus Penomo untuk mencegah penyakit paru-paru. Perusahaan itu juga mengembangkan produk Biosimilar Trastuzumab untuk pengobatan kanker payudara.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Libatkan Keluarga untuk Mencegah Kusta

    SAMPANG, KOMPAS Indonesia menjadi negara ketiga di dunia dengan angka kasus kusta tertinggi. Itu karena penyakit tersebut terlambat dideteksi dini. Untuk itu, peran keluarga perlu dioptimalkan dalam

  • Istri Tertular HPV

    Saya sekarang berumur 32 tahun dan dinyatakan sehat. Istri berumur 28 tahun juga sehat. Pada pemeriksaan pap smear ada hasil yang abnormal. Ada kelainan dini pada leher rahim istri saya. Untuk itu,

  • Sopir Angkot Protes

    MALANG, KOMPAS Penghentian paksa operasional angkutan berbasis daring oleh sopir angkutan kota di Kota Malang, Jawa Timur, hingga Senin (13/3), terus terjadi. Paguyuban angkutan kota dan angkutan be

  • Waspadai Diare Rotavirus

    JAKARTA, KOMPASDiare masih menjadi salah satu penyebab kesakitan dan kematian utama bagi anak usia di bawah lima tahun di banyak negara, termasuk Indonesia. Hampir separuh kasus diare disebabkan rotav

  • 39.397 Bayi Jadi Sasaran Program Imunisasi

    JAKARTA, KOMPASSebanyak 39.397 bayi berusia 2, 3, dan 12 bulan di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, akan mendapat vaksin pneumokokus. Imunisasi untuk mencegah p

  • Perawat Masyarakat Pedalaman

    Diadian Makunimau mendedikasikan dirinya sebagai perawat masyarakat pedalaman di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Ia tidak hanya menunggu pasien di puskesmas, tetapi juga aktif menyambangi warga di de

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas