Rubrik

iptek > kesehatan > Lingkungan dan Gaya Hidup Paling Berpengaruh


KANKER KOLOREKTAL

Lingkungan dan Gaya Hidup Paling Berpengaruh

JAKARTA, KOMPAS — Gaya hidup dan kondisi lingkungan amat berpengaruh pada terjadinya kanker kolorektal. Bahkan, pengaruh lingkungan dan gaya hidup jauh lebih besar dibandingkan faktor genetika. Karena itu, dengan menjalani gaya hidup sehat, risiko terkena kanker kolorektal bisa ditekan 50 persen.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Inflasi Gaya Hidup

    Semakin tinggi pendapatan, seharusnya kita lebih banyak berkesempatan untuk menyisihkan uang tabungan atau investasi. Sayangnya, pada umumnya orang mengalami inflasi gaya hidup sehingga semakin tinggi

  • Invasi Gaya Hidup ke Myanmar

    Masuknya restoran cepat saji ayam goreng internasional, Kentucky Fried Chicken, ke Myanmar menegaskan, pengaruh Barat ada di mana-mana. Barangkali, meminjam istilah yang digunakan oleh Kishore Mahbu

  • Kilas Iptek

    Kaki Panjang Mudah Terkena Kanker KolorektalSelama ini, faktor risiko kanker kolorektal (bagian dari usus besar) yang diketahui adalah kurang gerak, merokok, dan konsumsi daging merah. Studi itu dipi

  • Dari Gaya Hidup, Penyakit Datang

    Membahas headline Kompas ”Gaya Hidup Undang Penyakit”. Hasil survei Litbang Kompas cukup mengejutkan karena penyakit tak menular yang menjadi ancaman kematian warga kota-kota di Indonesia dipengaruhi

  • Pertunjukan Seni Mulai Menjadi Gaya Hidup

    JAKARTA, KOMPAS Di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil, sebagian kalangan masyarakat tetap antusias menyaksikan pertunjukan seni dengan harga tiket jutaan rupiah. Dalam konteks ini, pertunju

  • Kematian Gaya Hidup

    Jessica Kumala Wongso (27) ditangkap polisi di Jakarta, Sabtu (30/1), atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana pembunuhan. Penangkapan itu menyusul kematian Wayan Mirna Salihin (27) setelah  menye

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas