Rubrik

iptek > kesehatan > Keingintahuan yang Mengabaikan Risiko


WISATA BENCANA

Keingintahuan yang Mengabaikan Risiko

Setiap ada bencana di Indonesia, baik kecelakaan, kebakaran, banjir, maupun longsor, lokasi bencana didatangi warga. Keinginan jadi penerima informasi pertama menjadikan mereka wisatawan bencana. Perilaku tak patut itu kerap mengganggu penanganan bencana dan membahayakan mereka.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Waspadai Tsunami Kiriman dari Pasifik

    JAKARTA, KOMPAS Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menggelar simulasi peringatan dini dan mitigasi tsunami bagi negara-negara di Samudra Pasifik (Pacific Wave Exercise), Kamis (16/2). Deng

  • Pertimbangkan Aspek Psikologi dalam Berinternet

    TANGERANG SELATAN, KOMPAS Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memiliki berbagai pengaruh pada aspek psikologis manusia Indonesia, baik positif maupun negatif. Dibutuhkan pendekatan berbas

  • Masa Depan Transparansi Pajak

    Optimisme mengiringi implementasi pengampunan pajak yang sedang berjalan. Kesimpulan ini tidak hanya didasarkan pada jumlah harta yang dideklarasikan yang hampir mencapai Rp 4.000 triliun, tetapi juga

  • Ujaran Kebencian Ancam Persatuan

    MEDAN, KOMPAS Masyarakat pengguna internet perlu lebih cermat dalam menerima dan menyebarluaskan informasi melalui media sosial. Informasi memuat ujaran kebencian yang menyebar dengan cepat dapat meng

  • Masa Depan Transparansi Pajak

    Optimisme mengiringi implementasi pengampunan pajak yang sedang berjalan. Kesimpulan ini tidak hanya didasarkan pada jumlah harta yang dideklarasikan yang hampir mencapai Rp 4.000 triliun, tetapi ju

  • Kepesertaan JKN Mulai Melambat

    JAKARTA, KOMPAS Penambahan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional melambat. Hingga akhir 2016, baru 66 persen penduduk menjadi peserta. Hal itu berarti, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas