Rubrik

iptek > kesehatan > Stigmatisasi Persulit Rehabilitasi Pencandu


Pengendalian Narkoba

Stigmatisasi Persulit Rehabilitasi Pencandu

Jakarta, KompasRehabilitasi pencandu dan korban penyalahgunaan narkotika di Indonesia masih jauh dari harapan. Stigmatisasi pengguna, belum terkoordinasinya sistem rehabilitasi, hingga terbatasnya sarana rehabilitasi membuat pemulihan pengguna tetap terkendala.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • DIY Kembangkan Rehabilitasi Terintegrasi

    YOGYAKARTA, KOMPAS Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta bekerja sama dengan sejumlah pihak mengembangkan sistem rehabilitasi pasien skizofrenia terintegrasi. Melalui sistem itu, pasien skizofrenia diha

  • MA Hukum Roy 7 Tahun Penjara

    AMBON, KOMPAS Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan terhadap Roy Tanamal, terdakwa kasus narkoba yang divonis bebas majelis hakim

  • Percepatan Dukungan SDM Industri

    Potensi sumber daya alam yang melimpah lebih dari cukup menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan utama basis produksi bagi para investor. Dengan luas hutan yang mencapai lebih dari 130 juta hektar

  • Permudah Urusan Akta

    JAKARTA, KOMPAS Jumlah anak Indonesia yang belum memiliki akta kelahiran saat ini 55,61 juta jiwa. Pencatatan administrasi kependudukan terhambat rendahnya pengetahuan orangtua dan terbatasnya sarana

  • Berharap Pendidikan Tak Mentok di Satu Atap

    Menuntaskan wajib belajar sembilan tahun sudah tak lagi jadi hambatan bagi sebagian besar anak usia 7-15 tahun. Salah satu jalurnya adalah SD-SMP satu atap yang dibangun di daerah terpencil. Semakin

  • Belasan Anak Alami Gangguan Fisik

    JAYAPURA, KOMPAS Dinas Kesehatan Provinsi Papua menemukan belasan anak di sejumlah distrik di Kabupaten Puncak Jaya mengalami gangguan fisik. Dinas Kesehatan mencurigai ada kelainan gagal tumbuh kemb

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas