Rubrik

iptek > kesehatan > Akses Edukasi Minim Picu Kehamilan Remaja


KESEHATAN Reproduksi

Akses Edukasi Minim Picu Kehamilan Remaja

SEMARANG, KOMPAS — Lemahnya akses pendidikan, edukasi kesehatan, dan ekonomi masyarakat memicu maraknya perkawinan anak dan kehamilan remaja di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sekitar 50 persen perempuan usia 15-24 tahun di daerah tersebut hamil pertama sebelum usia 20 tahun.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Embung Atasi Kebutuhan Air

    SEMARANG, KOMPAS Program bantuan air bersih dengan cara memasok air dinilai kurang efektif dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga yang desanya dilanda kekeringan. Apalagi musim kemarau di Jawa T

  • Kekeringan di Jateng Meluas

    SEMARANG, KOMPAS Kekeringan di Jawa Tengah makin meluas dan kini telah melanda sembilan kabupaten yang meliputi 530 desa. Hampir sebagian desa yang mengalami kekeringan bahkan telah mengajukan

  • Konflik Pabrik Semen, Warga Minta Pengajuan Banding

    SEMARANG, KOMPAS Warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terutama yang menolak adanya pabrik semen di Watuputih, Kecamatan Gunem, meminta pengajuan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Sem

  • Investasi Dera Warga

    REMBANG, KOMPAS Pertumbuhan investasi dan ekspansi industri memicu kenaikan harga lahan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sepuluh tahun terakhir, harga lahan di pedesaan bahkan naik hingga sepul

  • Warga Kendeng Dirikan Tenda di Depan Kantor Gubernur

    SEMARANG, KOMPAS Sekitar 200 warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng mendirikan tenda di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Senin (19/12).

  • Darurat Nelayan

    Sejumlah regulasi yang digulirkan pemerintah yang melarang penggunaan jaring pukat karena dianggap tidak ramah lingkungan telah mengusik perekonomian masyarakat pesisir.Regulasi tersebut dianggap meny

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas