Rubrik

iptek > kesehatan > Zat Kimia Beracun di Mainan Anak


Kesehatan

Zat Kimia Beracun di Mainan Anak

JAKARTA, KOMPAS — Mainan anak di Indonesia jenis kubik yang berbahan plastik diidentifikasi tercemar zat kimia berbahaya yang biasanya ditemukan di limbah komponen elektronik. Cemaran zat kimia ini jauh di ambang batas dan dikhawatirkan berdampak negatif terhadap kecerdasan serta mengganggu kesehatan anak dalam jangka panjang.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Integrasi Tingkatkan Layanan

    JAKARTA, KOMPAS Integrasi sistem transaksi jalan tol yang secara bertahap diterapkan di beberapa ruas tol Jabodetabek dimaksudkan untuk meminimalkan kemacetan. Kendaraan dibuat sesedikit mungkin berh

  • Audit Sampah Elektronik Harus Diperkuat

    JAKARTA, KOMPAS Tanggapan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengaudit limbah elektronik didukung pegiat lingkungan. Namun, audit dan pendataan harus diperkuat dengan mencatat bahan-bahan

  • Pertemuan Dua Budaya dalam Rumah Timor

    Apa jadinya jika kebudayaan Afrika yang dibawa para migran pertama ke Nusantara sekitar 60.000 tahun lalu bertemu dengan kebudayaan Austronesia yang baru tiba di kepulauan ini sekitar 5.000 tahun lal

  • Kilasan Kawat Sedunia

    Connecticut Biasanya drone atau pesawat nirawak digunakan untuk menerbangkan kamera video. Ternyata, ada juga yang memuat pistol di atas drone. Laman UPI melaporkan, Badan Administrasi Federal (FAA)

  • Erupsi Semakin Sering

    KABANJAHE, KOMPAS Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus meningkat enam bulan terakhir. Erupsi yang biasanya terjadi 1-2 kali sebulan meningkat perlahan menjad

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas