Rubrik

iptek > kesehatan > Waspadai Makanan Impor


Waspadai Makanan Impor

Empat Merek Mi dari Korea Mengandung Babi

JAKARTA, KOMPAS — Masyarakat diimbau mewaspadai produk makanan impor yang beredar menyusul ditemukan mi instan mengandung babi yang peredarannya tidak sesuai ketentuan yang dipersyaratkan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Masyarakat diminta untuk tidak ragu mengecek produk impor yang dinilai meragukan ke BPOM.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Informasi Perkembangan Ekspor dan Impor Disiapkan

    JAKARTA, KOMPAS Kementerian Perindustrian menyiapkan sistem informasi perkembangan ekspor dan impor. Data yang dimutakhirkan per bulan dan dapat diakses menggunakan gawai tersebut diharapkan dapat me

  • Seluruh Produksi Lokal Jadi Benih

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah menggenjot produksi benih bawang putih dengan menyerap seluruh hasil panen petani tahun ini sekaligus menguji coba benih impor. Cara ini diharapkan mempercepat pemenuhan k

  • Pengawasan Obat dan Makanan Diperketat

    MALANG, KOMPAS Badan Pengawas Obat dan Makanan memperketat pengawasan obat dan makanan yang beredar di masyarakat, termasuk makanan impor. Pengetatan dilakukan dengan membentuk instansi vertik

  • Kilasan Kawat Sedunia

    West Sussex Seekor kucing siam bernama Cupcake berhasil selamat setelah menempuh perjalanan sejauh 260 mil (sekitar 400 kilometer) melalui proses pengiriman barang. Laman UPI melaporkan, kucing beti

  • Kilas Iptek

    Warga Pemelihara Satwa Langka DiringkusWarga Pejaten Barat, Jakarta Selatan, berinisial AM (42) diringkus anggota Subdirektorat Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Ja

  • Melestarikan Kalong di Tepi Teluk Tomini

    Empat bulan lalu, Moh Tanda (65) dengan inisiatif sendiri memotong tiang ”pancang” kalong di sekitar hutan mangrove di Teluk Tomini. Setelah lama memburu binatang yang peredarannya dibatasi itu, ia a

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas