Rubrik

iptek > kesehatan > Perlakuan Organisasi Profesi Berbeda


PRAKTIK KEDOKTERAN

Perlakuan Organisasi Profesi Berbeda

JAKARTA, KOMPAS — Organisasi profesi kedokteran dinilai memberi perlakuan berbeda terhadap kegiatan pengembangan profesi berkelanjutan pendidikan dokter dan pendidikan dokter spesialis. Itu berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan merugikan masyarakat.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Dokter Spesialis Kaya?

    Anak dan menantu saya keduanya dokter spesialis. Di Indonesia, pendidikan dokter spesialis harus membayar ditambah dengan biaya hidup sehari-hari pengeluaran mereka cukup besar. Pendidikan cukup ber

  • Benahi Pendidikan Spesialis dan Subspesialis

    YOGYAKARTA, KOMPAS Sistem pendidikan dokter spesialis dan subspesialis di Indonesia dinilai perlu dibenahi. Idealnya, sistem pendidikan itu terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan di rumah sak

  • Dokter Residen Harus Mendapat Insentif

    YOGYAKARTA, KOMPAS Peserta pendidikan dokter spesialis dan subspesialis yang menjalani kerja praktik di rumah sakit harus mendapat insentif. Peserta pendidikan dokter spesialis dan subspesialis tidak

  • Ingin Menjadi Dokter Spesialis

    Anak perempuan saya lulus menjadi dokter dua tahun lalu. Dia sudah menjalani internship di Kalimantan. Sekembali dari Kalimantan, dia bekerja di sebuah rumah sakit dan berdasarkan pengalaman setahun

  • Dokter Layanan Primer Jadi Tren Global

    JAKARTA, KOMPAS Pendidikan dokter layanan primer menjadi tren global. Sejumlah negara, terutama negara maju, menerapkan hal itu sebagai pendidikan lanjutan setelah pendidikan kedokteran dasar. Karena

  • Dokter Spesialis Wajib Bekerja di Daerah

    JAKARTA, KOMPASDokter spesialis penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan, serta anestesi dan terapi intensif yang baru lulus wajib mengikuti wajib kerja dokter spesialis. Mereka akan ditem

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas