Rubrik

iptek > lingkungan > Noktah Merah Ratusan Tahun


KERUSAKAN KARANG

Noktah Merah Ratusan Tahun

Data pemantauan terumbu karang yang rutin dilakukan di berbagai lokasi di Raja Ampat menunjukkan peningkatan tutupan karang di Selat Dampier, Raja Ampat, di Papua Barat. Sayangnya, perkembangan positif ekosistem tersebut dibuyarkan dengan tragedi ekologi di jejaring surga bawah laut itu.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Terumbu Karang Rusak

    Jakarta, Kompas Kapal pesiar Caledonian Sky menabrak rataan terumbu karang di sekitar Pulau Manswar, di area konservasi Taman Wisata Perairan Raja Ampat, Papua Barat. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat

  • 13.500 Meter Persegi Karang Rusak

    JAKARTA, KOMPAS Pengukuran lapangan menunjukkan kerusakan terumbu karang di Raja Ampat akibat aktivitas kapal pesiar Caledonian Sky mencapai 13.500 meter persegi. Kerusakan terjadi di kawasan zona in

  • Pertahankan Raja Ampat

    WAISAI, KOMPAS Festival Pesona Raja Ampat 2016 dibuka oleh Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atururi, Selasa (18/10), di Pantai Waisai Torang Cinta, Kabupaten Raja Ampat. Atururi meminta agar

  • Keelokan Alam Bersanding Narasi Lokal

    Dari kejauhan, sayup-sayup terdengar suara mesin kapal motor Frans Waiganyong (50). Frans adalah penjaga kawasan obyek wisata Batu Pensil di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Pria setengah baya itu

  • Dua Nelayan Filipina Terapung dalam Kapal

    JAYAPURA, KOMPAS — Aparat Satuan Polisi Perairan di Raja Ampat menemukan dua nelayan asal Filipina di dalam perahu yang terapung di perairan Pulau Wayag, Distrik Waigeo Barat Daratan, Kabupaten Raja A

  • Promosi Wisata Tidak Boleh Terhenti

    WAISAI, KOMPAS Festival Pesona Raja Ampat 2016 yang diselenggarakan pada 18-21 Oktober, terutama bertujuan mempromosikan potensi wisata alam laut Raja Ampat yang cukup terkenal di dunia. Festival ini

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas