Rubrik

iptek > lingkungan > Lingkungan Sering Dikalahkan


Lingkungan Sering Dikalahkan

Bencana Menyebabkan Pemiskinan

JAKARTA, KOMPAS — Praktik pembangunan yang hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi telah membawa pada bunuh diri ekologi. Daya dukung lingkungan terlampaui, ditandai dengan tren peningkatan intensitas dan skala bencana. Situasi ini juga memperdalam ketimpangan sosial dan merugikan ekonomi negara.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Setiap Jam, Satu Orang Bunuh Diri

    JAKARTA, KOMPAS Meski rata-rata dalam satu jam satu orang bunuh diri di Indonesia, bunuh diri belum dianggap masalah serius. Sebagian besar di antara mereka penduduk usia produktif, 15-29 tahun. Jika

  • Tindakan Bunuh Diri Bisa Dicegah

    JAKARTA, KOMPAS Tindakan bunuh diri merupakan penyebab kematian nomor dua tertinggi pada usia muda di banyak negara. Padahal, itu sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat mengenali gejalanya sejak din

  • Pendataan Kasus Bunuh Diri Masih Lemah

    JAKARTA, KOMPAS Saat ini bunuh diri merupakan masalah kesehatan masyarakat di banyak negara, baik negara maju maupun negara berpendapatan menengah dan rendah. Meski demikian, di Indonesia belum ada

  • Perlu Strategi Nasional Pencegahan Bunuh Diri

    JAKARTA, KOMPAS Kejadian bunuh diri di Indonesia amat mengkhawatirkan. Ironisnya, pemerintah belum memiliki data bunuh diri orang dengan bipolar dan strategi nasional pencegahan bunuh diri. Itu menu

  • Bunuh Diri Bisa Dicegah

    JAKARTA, KOMPAS Lonjakan penduduk usia produktif dan bertambahnya usia harapan hidup bisa meningkatkan potensi dan risiko bunuh diri di Indonesia. Pencegahan bunuh diri pun harus segera dilakukan. Ji

  • Muda dan Terjerat Bunuh Diri

    Bunuh diri bisa dilakukan siapa pun, anak sampai lanjut usia, tetapi jumlah terbanyak pada remaja dan warga dewasa muda, usia 15-29 tahun. Masa pematangan otak, fisik, dan emosional membuat mereka ada

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas