Rubrik

iptek > lingkungan > Merkuri Picu Bencana


Merkuri Picu Bencana

Produksi Terus Meningkat

JAKARTA, KOMPAS — Logam berat merkuri di Indonesia semakin mudah diperoleh di pasaran seiring dengan maraknya produksi di dalam negeri. Hal ini menyebabkan tingginya cemaran merkuri sehingga berpotensi memicu bencana ekologi, terutama di daerah pengolahan bijih sinambar, bahan baku merkuri.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Fokus ke Dalam Negeri

    Ketika nilai rupiah dan harga saham berjatuhan, acapkali muncul anggapan bahwa perekonomian di negeri ini bakal ambruk. Tidak bisa dipungkiri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2015 hanya

  • Jalan Panjang Menuju Industri Ponsel Dalam Negeri

    Dua tipe ponsel premium Samsung, yakni Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge, yang masing-masing dijual Rp 9,5 juta dan Rp 12,5 juta dirakit di salah satu pabrik Samsung di Indonesia. Informasi ini diungkapk

  • Industri Dalam Negeri Minta Dilibatkan

    JAKARTA, KOMPAS — Industri peralatan pembangkit di dalam negeri meminta pemerintah memberi ruang bagi mereka untuk berperan dalam proyek infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 megawatt. Apalagi, indus

  • Produksi Dalam Negeri Didahulukan

    PERINDUSTRIAN PASURUAN, KOMPAS Sinergi badan usaha milik negara dalam menyediakan alat pertanian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus membangkitkan industri kecil menengah. Untuk mend

  • Merawat Potensi Dalam Negeri

    Sepanjang 2016, stabilitas politik Tanah Air kondusif. Hubungan eksekutif dan legislatif sudah mencair. Sebagian partai besar memberikan dukungan penuh kepada pemerintah, tak terkecuali Partai Golka

  • Produk Dalam Negeri Tekan Biaya Pengobatan

    JAKARTA, KOMPAS Penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri bisa menekan biaya pengobatan hingga 30 persen. Namun, sekitar 94 persen dari pangsa pasar alat kesehatan di Indonesia dikuasai produk i

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas