Rubrik

iptek > lingkungan > Jejak Tsunami Ditelusuri


Jejak Tsunami Ditelusuri

595.000 Warga Denpasar Tinggal di Zona Rentan

DENPASAR, KOMPAS — Tim peneliti multidisiplin Indonesia-Amerika Serikat memulai kajian untuk menelusuri jejak geologi menandai keberulangan tsunami masa lalu di Bali selatan. Berdasarkan pemodelan, 595.000 warga Kota Denpasar tinggal di daerah landaan tsunami.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Memburu Jejak Sang Ratu Kidul

    YOGYAKARTA, KOMPAS Pantai selatan Jawa diyakini berulang kali dilanda tsunami raksasa dengan periode perulangan 675 tahun. Namun, bukti-bukti sejarah yang tercatat sangat minim. Oleh karena itu, di

  • Dua Jejak Tsunami di Selatan Bali Ditemukan

    DENPASAR, KOMPAS Tim peneliti gabungan Indonesia-Amerika Serikat menemukan dua lapisan yang diduga endapan tsunami tua di Banjar Manyar, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Dari

  • Tim Sampaikan Temuan ke BPBD Bali

    DENPASAR, KOMPASTim peneliti gabungan Indonesia-Amerika Serikat menyampaikan temuan mereka terkait penelitian jejak tsunami purba atau paleotsunami di Bali kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah P

  • Kilas Ekonomi

    BII Menjadi Maybank Indonesia PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) berganti nama menjadi PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Perubahan nama itu disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar bias

  • Desa yang Menolak Reklamasi Bertambah

    JAKARTA, KOMPAS Penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa terus mengalir dan hingga kemarin telah bertambah menjadi 19 desa adat. Mereka keberatan reklamasi dilakukan karena, menurut mereka, akan merusa

  • Mencari Jejak Tsunami di Selatan Bali

    Wayan Rawig (70), warga Banjar Manyar, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, penasaran ketika Ron Harris, profesor geologi dari Universitas Birgham Young, Amerika Serikat, dan ti

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas