Rubrik

iptek > lingkungan > Kearifan Lokal Warga Bali Jadi Fondasi Kuat


TERUMBU KARANG

Kearifan Lokal Warga Bali Jadi Fondasi Kuat

DENPASAR, KOMPAS — Masyarakat di Bali memiliki kekuatan kearifan lokal dalam mengelola terumbu karang. Kolaborasi hukum adat dan aturan hukum formal menjadi modal bagi perlindungan ekosistem terumbu karang yang jadi penyangga keberlanjutan pariwisata bahari di Pulau Dewata.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Tindak Lanjut Resolusi Digelar

    JAKARTA, KOMPAS Menindaklanjuti resolusi soal terumbu karang yang diadopsi dalam Sidang Lingkungan PBB, Indonesia siap mengadakan pertemuan internasional di Manado, Sulawesi Utara, 28-29 Juni 2016.

  • Fenomena Pemutihan Karang

    Sekitar 2.000 orang berkumpul di Honolulu, Hawaii, selama sepekan hingga akhir pekan ini. Mereka berbagi ilmu tentang terumbu karang. Sedikit yang memberikan perhatian. Padahal, terumbu karang berpera

  • 1 Juta Terumbu Karang Ditanam

    SABANG, KOMPAS Pemerintah melalui Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menanam 1 juta terumbu karang bertema ”Save Our Littoral Life” secara serentak di Indonesi

  • Resolusi Usulan Indonesia Dibahas

    NAIROBI, KOMPAS Usulan Indonesia terkait perlunya resolusi terumbu karang pada Sidang Lingkungan PBB kedua di Nairobi, Kenya, memasuki tahap pembahasan draf. Total ada 24 usulan resolusi yang diajukan

  • Terumbu Karang demi Anak Cucu

    Pelan-pelan Andi (34) berjalan di antara karang dan pasir. Separuh kakinya sudah tenggelam dan ia terus berjalan menjauhi Pulau Tambelan di Bintan, Kepulauan Riau. Guru SMP di Tambelan itu hendak menu

  • Pelindung Terumbu Karang Tidung

    Dulu dia menginjak-injak terumbu karang supaya cepat menangkap ikan. Setelah ikan-ikan mulai menghilang, dia pun mulai merawat terumbu karang supaya ikan cepat kembali. Suhardi alias Erik (47) menjadi

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas