Rubrik

iptek > sains > Butuh Lebih Banyak Perempuan Peneliti


SUMBER DAYA RISET

Butuh Lebih Banyak Perempuan Peneliti

JAKARTA, KOMPAS — Hampir setengah penduduk Indonesia adalah perempuan. Jumlah siswa hingga tingkat sarjana juga didominasi perempuan. Namun, amat sedikit perempuan memilih jadi peneliti. Kondisi serupa juga terjadi di negara maju.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Menelusuri Jejak Sejarah Kota Tua

    Suasana gerbong 2 kereta Argo Bromo Anggrek rute Jakarta-Surabaya, Jumat (5/5) malam, terasa semarak oleh kehadiran sejumlah anggota Komunitas Jelajah Budaya. Begitu kereta meninggalkan Stasiun Gamb

  • Perempuan Berkarya di Mana-mana

    Kiprah perempuan yang bekerja di sektor publik semakin nyata. Mereka berkarya, mewujudkan impian, dan memberi manfaat bagi sekitarnya. Tak ada istilah membagi hati pada saat bersamaan. Pada saat berka

  • Ekspresikan Jiwa Kartini

    Pandangan tiga perupa perempuan, meliputi Neneng Sia Ferrier, Rina Kurniyati, dan Ika Yuni Purnama, terhadap sosok pahlawan nasional Kartini ialah sebagai perempuan mandiri, perempuan yang bebas

  • Perempuan Berpotensi Jadi Pemimpin

    JAKARTA, KOMPAS Perempuan memiliki potensi yang strategis untuk muncul menjadi pemimpin. Apalagi, negara ini butuh banyak sumber daya manusia yang baik, yang terbukti juga dapat ditunjukkan oleh pe

  • Meningkatkan Kiprah Perempuan

    Lebih dari 105 tahun berkiprah di industri kecantikan, L’Oréal telah menjadi salah satu perusahaan kosmetik terbesar di dunia. Riset dan pengembangan menjadi kunci perusahaan untuk terus berinovasi se

  • Perempuan dalam Pilkada Serentak

    Satu dekade setelah pemilihan kepala daerah di Indonesia dilaksanakan secara langsung, representasi perempuan untuk menduduki jabatan eksekutif di level provinsi dan kabupaten/kota masih minim. Eksist

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas