Rubrik

iptek > sains > Partisipasi Perempuan dalam Industri Rendah


sains dan teknologi

Partisipasi Perempuan dalam Industri Rendah

JAKARTA, KOMPAS — Keterlibatan perempuan Indonesia dalam industri berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika mencerminkan ketimpangan jender secara global. Faktor budaya seperti stereotip terkait peran perempuan di sektor yang dikesankan maskulin dan tekanan sosial menjadi tantangan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Ketimpangan Jender Terus Membayangi IPM

    Laporan Indeks Pembangunan Manusia 2016 baru saja dipublikasikan pekan lalu di semua negara, termasuk di Jakarta. Hasilnya sungguh mengejutkan karena posisi Indonesia merosot menjadi ke-113 dari 188 n

  • Isu HAM Terpinggirkan

    GENEVA, rabu Negara-negara di dunia diajak mengambil peran lebih besar melalui tekad ataupun aktivitas perlindungan hak asasi manusia. Seruan itu muncul karena sikap Amerika Serikat pada era Pres

  • Kebinekaan Jadi Modal Indonesia bagi Dunia

    JAKARTA, KOMPAS Presiden Komite Internasional Palang Merah Peter Maurer menyatakan, kebinekaan dan sifat moderat menjadi modal penting Indonesia dalam perannya mendorong penyelesaian aneka konflik di

  • Tiongkok Mengambil Peran Amerika Serikat

    BEIJING, RABU Kecenderungan Amerika Serikat untuk menarik diri demi ambisi Presiden Donald Trump membawa kejayaan negeri itu memberi kesempatan Tiongkok berperan lebih besar secara global. Beijing si

  • Perlindungan HAM di Tengah Pertumbuhan Populisme

    Polarisasi secara global dengan kegandrungan para pemimpin dan atau pemerintahan pada populisme bisa menjadi tantangan serius bagi penegakan dan perlindungan hak asasi manusia. Dalam tataran paling ek

  • Tekad Meneruskan Misi Diplomasi Global

    NUSA DUA, KOMPAS Pemerintah Republik Indonesia bertekad meneruskan misi demokrasi, toleransi, dan penghormatan atas keberagaman secara global. Pengakuan yang semakin besar, terutama dari kepesertaan

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas