Rubrik

muda > ”Bye-bye” Kekerasan


Gerakan Sosial

”Bye-bye” Kekerasan

Tersebutlah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dengan beragam kisahnya. Kali ini tentang semangat anak muda mengabarkan dan menyelenggarakan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Dari suporter bola atau pegiat literasi. Di kota ”Anging Mammiri” ini, ”kareba” (kabar) damai pun bertiup.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kala Anak-anak Muda Melawan Lewat Seni

    Semakin hari, jumlah koruptor di Indonesia terus bertambah. Hampir setiap bulan Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan kepada pelaku korupsi, mulai dari legislatif, yudikatif, h

  • Pancasila merupakan Solusi Bangsa

    JAKARTA, KOMPAS Kaum muda meyakini Pancasila merupakan solusi terbaik untuk mengatasi berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Kini, yang dibutuhkan adalah semakin membumikan nilai-ni

  • Menangkal Ancaman Terorisme 2.0

    Negara Islam di Irak dan Suriah, media sosial, anak muda, perempuan, dan lone wolf menjadi ciri-ciri kunci gerakan terorisme di Indonesia pada 2016. Selamat datang di era Terorisme 2.0, saat gerakan r

  • Ditunggu, Hasil Konkret yang Mendukung Pendidikan

    JAKARTA, KOMPAS Konferensi Nasional Sejarah Ke-10 mulai berlangsung, Senin (7/11), di Jakarta. Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (10/11) ini sangat diharapkan dapat memberikan

  • Ujian Kematangan Demokrasi

    JAKARTA, KOMPAS Pilkada 2017 menjadi momentum untuk menguji kematangan demokrasi warga Jakarta. Sebab, ada kondisi tidak lazim yang jadi sorotan banyak kalangan. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara

  • Mutu Perlu Keseriusan

    Jakarta, Kompas Pencapaian Indonesia dalam tes Programme for International Students Assessment atau PISA 2015 hendaknya menjadi bahan refleksi terhadap kebijakan pendidikan. Perlu langkah serius un

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas