Rubrik

nama peristiwa > Rajin Baca Surat Kabar


ILHAM A HABIBIE

Rajin Baca Surat Kabar

Ilham Akbar Habibie (53) rajin mengikuti perkembangan dunia lewat surat kabar. Saat ditemui di ruang kerjanya di bilangan Kuningan, Jakarta, Jumat (17/2) sore, lelaki kelahiran Aachen, Jerman, 16 Mei 1963, itu sedang membaca sejumlah surat kabar.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Surat Kabar ”Kompas” Menjaga Nilai bagi Dirinya

    Keberadaan dan karakter surat kabar ”Kompas” pada dasarnya mudah diidentifikasi jika dilacak melalui kesejarahan pendiri dan generasi pertama pengelola surat kabar ini. Mereka umumnya memiliki latar

  • Tantangan Surat Kabar di Tengah Pusaran Teknologi

    Eksistensi surat kabar sebagai media informasi terus mendapat tantangan di tengah pesatnya laju teknologi. Media dengan format dan platform baru terus bermunculan menawarkan kecepatan dalam distribusi

  • Surat Kabar Harus Berinduk ke Parpol

    Surat Keputusan Menteri Penerangan Nomor 22/SK/M/1966 membagi pers dalam dua bidang, yakni surat kabar harian dan surat kabar berkala (mingguan, tengah bulanan, bulanan, dan sebagainya). Surat kabar h

  • Surat Kabar ”The Times of London” Berhenti Terbit

    Surat kabar ternama The Times of London yang telah berumur 193 tahun mengumumkan untuk berhenti terbit. Direktur Pengelola Marmaduke James Hussey mengatakan tidak bersedia lagi terbit sampai ada jam

  • ”Cumhuriyet” Bertekad Melawan

    ISTANBUL, SELASA Surat kabar Cumhuriyet bertekad tetap melawan aksi pembungkaman dunia pers di Turki. Pada edisi Selasa (1/11) atau sehari setelah penangkapan sejumlah awak redaksinya, Cumhuriyet mem

  • Pers di Daerah Konflik

    Delapan belas tahun setelah konflik sosial berlatar belakang perbedaan agama di Maluku dan Maluku Utara, awal 1999-akhir 2002, kita masih dikejutkan oleh cerita lama bahwa pers kita yang berada di wil

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas