Rubrik

nama peristiwa > Kegiatan Positif


Catherine Sharon Gasnier

Kegiatan Positif

Di sela-sela kesibukannya, aktris cantik Catherine Sharon Gasnier (34) tetap meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan positif. Di setiap kegiatan, perempuan berdarah campuran Perancis, Manado, dan Tionghoa itu selalu mendapat perhatian penggemarnya. Saat hadir dalam sebuah acara di bilangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3), misalnya, ibu dua anak itu pun sibuk melayani permintaan swafoto dari puluhan penggemarnya.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Tambah Tinggi

    Tinggi tubuh model dan artis film Widika Sidmore (24) sekarang 179 sentimeter. Akan tetapi, perempuan berdarah campuran Jawa- Amerika Serikat ini masih ingin tubuhnya bertambah tinggi lagi sampai 18

  • Perjuangan dan Penantian

    Perjuangan Miss Filipina Pia Alonzo Wurtzbach (26) meraih mahkota Miss Universe 2015 dimulai sejak tahun 2013. Ketika itu, dia tampil di kontes Binibining Pilipinas 2013 dan meraih posisi runner-up.

  • Korban Bom Atom dalam Hip Hop, Butoh, dan Origami

    Sadako Sasaki berbeda dari kebanyakan anak-anak lain saat terkena paparan bom atom Hiroshima pada Perang Dunia II. Ia sempat bertahan hidup layaknya manusia normal. Namun, menginjak usia 12 tahun, ia

  • Dua Buku

    Penulis cantik bernama singkat Rika (26) meluncurkan dua buku sekaligus, sebuah novel dan antologi puisi. Rika melakukan peluncuran kedua bukunya, Sabtu (20/5), di toko buku Gramedia, Duta Mal Banjarm

  • Masih ”Nge-Jazz”

    Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) Elvyn G Masassya mengaku masih setia bermusik. Hanya saja, kesibukan mengurus pelabuhan begitu menyita waktunya untuk membuat lagu. ”Pasti

  • Berbagi Bahasa Inggris

    Pernah bekerja sebagai buruh migran di Singapura dan Hongkong selama enam tahun, Suprapti (43) akhirnya pulang ke Desa Masaran, Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia kemudian berbagi pengalaman dan ilmu de

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas