Rubrik

nusantara > Alana Mulai Dipasarkan di Kalimantan Utara


IMPOR DAGING

Alana Mulai Dipasarkan di Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR, KOMPASDaging alana, kerbau asal India, yang diimpor Pemerintah Indonesia, mulai dipasarkan di Kalimantan Utara, Jumat (19/5). Harga dipatok sama, yakni eceran tertinggi Rp 80.000 per kilogram. Masuknya daging alana legal ini diprediksi akan menekan peredaran daging alana ilegal yang bertahun-tahun menjadi masalah di perbatasan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Daging Kerbau Ilegal Masih Ditemukan

    TANJUNG SELOR, KOMPAS Impor legal alana, daging kerbau asal India, yang mulai dipasarkan ke Kalimantan Utara, Mei lalu, belum sepenuhnya memangkas peredaran alana ilegal dari Tawau, Malaysia. Polres B

  • Masih Marak Beredar di Tarakan

    BALIKPAPAN, KOMPAS Daging sapi beku kemasan asal India masih beredar di Tarakan, Kalimantan Utara, menyusul penangkapan dua warga yang membawa 800 kg daging itu secara ilegal. Daging dibawa masuk da

  • Mendag Minta Petani Tak Kena PPN

    JAKARTA, KOMPAS Kementerian Perdagangan meminta Kementerian Keuangan mempertimbangkan kembali penerapan pajak pertambahan nilai gula petani. Petani tebu belum siap dikenai pajak karena mereka masih

  • Pengusaha Ritel Terbebani HET Gula

    JAKARTA, KOMPAS Petani tebu yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia mengusulkan harga patokan pemerintah untuk gula petani Rp 11.767 per kilogram pada tahun ini. Mereka berharap

  • Petani TebuSemakin Terjepit

    JAKARTA, KOMPAS Kebijakan pemerintah di sektor pajak dan pangan menyebabkan petani tebu semakin terjepit. Kebijakan itu adalah pengenaan Pajak Pertambahan Nilai gula petani sebesar 10 persen dan pene

  • Intervensi Harga Pangan

    Pemerintah mengintervensi harga dan memperkuat stok pangan untuk stabilisasi harga. Harapan kita, semua mendapat manfaat dari kebijakan itu. Komoditas yang kali ini diintervensi adalah gula, minyak

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas