Rubrik

nusantara > Bertaruh Nyawa demi Bertemu Keluarga


KISAH PEMUDIK BERSEPEDA MOTOR

Bertaruh Nyawa demi Bertemu Keluarga

Di atas jalanan, sepeda motor berkejaran, mengantar para pemudik yang membawa sekarung rindu pada kampung halaman. Rindu yang terkadang tak tersampaikan karena hidup harus tersungkur di ujung aspal. Namun, minimnya pilihan membuat para pemudik tetap menjatuhkan pilihan berkendara pada si roda dua.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Mudik Paling Asyik

    Mudah dan MurahIndra Syahputra, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sumatera UtaraSebagai mahasiswa yang kuliah di luar kota, keinginan berlebaran di kampung halaman adalah mu

  • Puisi

    Acep Zamzam Noor Aku merindukan wajahmu seperti halnya putik bungur Menanti datangnya pagi. Di pematang aku memetik kecapi Ketika burung-burung berkicau bersama hangat matahari Siang berg

  • Argumentasi

    Rindu yang Tertunda Sophia JA Saragih, Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Semester lalu, saya tidak pulang ke kampung halaman di Pekanbaru, Riau. Saya memilih ke Ba

  • Peneliti Terkendala Komunikasi

    JAKARTA, KOMPAS Para peneliti merasa tidak memiliki komunikator yang baik untuk menyampaikan gagasan pengembangan energi nuklir di Indonesia. Kendala peneliti atau lembaga penelitian adalah belum ma

  • Puisi

    Adimas Immanuel “Pulanglah, berdamailah,“ kata sebuah suara petang ini. Suara yang terbang rendah setelah angin kota bersijingkat ke arah hutan dan wangi cemara tak menghapus bau hangus j

  • Selalu Rindu Jatim

    Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, punya ikatan batin yang kuat dengan Kabupaten Pacitan di Jawa Timur. Ketua Umum Partai Demokrat ini lahir, tumbuh, dan berkembang di Pacitan. Ia menghabis

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas