Rubrik

nusantara > Kain Tapis yang Menghidupi Warga


EKONOMI KREATIF

Kain Tapis yang Menghidupi Warga

Kartina Anam (65), nenek dengan lima cucu, duduk bersila di tikar, Selasa (6/6). Tangannya yang keriput tampak begitu cekatan menyulam benang emas di atas kain tenun. Setengah jam kemudian, benang emas yang disulam Kartina membentuk motif tapis.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Berburu Tenun Buton

    Jika waktu memungkinkan, berburu kain tenun menjadi semacam pelarian yang menggairahkan setiap kali mengunjungi satu daerah tertentu. Kesempatan itu datang pekan lalu ketika menyambangi Kelurahan Sula

  • Songket Bangkit dari Kepunahan

    Arsitek asal Swiss, Bernhard Bart, jatuh cinta pada keindahan songket Koto Gadang. Teknik pembuatannya yang ia sebut tersulit di antara semua teknik tenun yang pernah ia kenal mendorongnya untuk menel

  • Kain Tapis yang Menghidupi Warga

    Kartina Anam (65), nenek dengan lima cucu, duduk bersila di tikar, Selasa (6/6). Tangannya yang keriput tampak begitu cekatan menyulam benang emas di atas kain tenun. Setengah jam kemudian, benang ema

  • Tertatih Menjaga Tenun Songket Aceh

    Jemari Jasmani Daud (50) tampak cekatan menggunakan alat tenun. Dijalinnya benang emas yang tergulung pada sebatang kayu ke sela-sela beruntai benang sutra ungu. Kemudian, benang emas yang telah masuk

  • Pemasaran Tenun Minim

    SUMBAWA BESAR, KOMPAS Pemasaran tenun tradisional asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, masih minim dan terbatas. Perajin di beberapa sentra tenun sumbawa memasarkan produk mereka memanfaatkan jaringan i

  • Berfantasi Rihana Berpayung Tradisi

    Payung tradisional yang terbuat dari kertas dan kayu, pada suatu masa pernah melindungi rakyat dari panas dan hujan. Tugas sejarah si payung sebagai peneduh itu sudah selesai lebih dari 40 tahun silam

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas