Rubrik

nusantara > Keramahan dan Kekeluargaan dalam "Homestay"


Keramahan dan Kekeluargaan dalam "Homestay"

Keterbatasan hotel di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang tidak sebanding dengan semangat warga menggelar acara nasional dan internasional telah menumbuhkan daya kreativitas. Pemerintah Kota Sawahlunto mendorong masyarakatnya mengembangkan "homestay" yang kini mendapatkan respons positif dari tamu mancanegara.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Menghidupkan Mak Itam

    Lokomotif uap bernama Mak Itam merupakan salah satu ikon Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang sejatinya diandalkan untuk menyemarakkan wisata kota tuanya. Namun, sejak tiga tahun terakhir, lokomotif

  • Pemerintah Kota Sawahlunto Kembangkan Tenun Songket

    SAWAHLUNTO, KOMPAS Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mengembangkan industri tenun songket. Upaya yang dilakukan antara lain adalah dengan memberikan pelatihan menenun songket kepada war

  • Kota Sawahlunto Segera Miliki Pasar Songket

    PADANG, KOMPAS Kota Sawalunto, Sumatera Barat, membangun pasar khusus songket untuk menampung dan memasarkan songket karya ratusan perajin di kota tersebut. Pembangunan pasar songket sudah mencapai

  • Merampok, 3 Polisi Dibekuk

    PADANG, KOMPAS Tiga anggota Kepolisian Sektor Muara Kalaban, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, ditangkap karena diduga terlibat perampokan terhadap seorang pengusaha grosir di daerah itu. Saat ini, mer

  • Lubang Kalam, Kisah dari Sawahlunto

    Sawahlunto. Kota dengan kandungan batubara berkalori tinggi mahabesar itulah ?alasan dibangunnya jalur kereta api di Sumatera Barat. Demi menghubungkan Sawahlunto dengan kota lain, dibangunlah terowon

  • Komitmen Mengelola Kota Tua

    Bunyi sirene pada silo, penimbun batubara, di depan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, pada pukul 16.00 seolah menyambut kami saat tiba di kota itu 21 Mei lalu. Pa

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas