Rubrik

olahraga > Tragedi Ban Ferrari Diselidiki


Tragedi Ban Ferrari Diselidiki

Penyebab Kerusakan yang Dialami Raikkonen dan Vettel Berbeda

LONDON, SENIN — Hancurnya ban Pirelli di dua mobil tim Ferrari jelang putaran akhir balapan Formula 1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (16/7), mendapat perhatian pabrikan ban itu untuk melakukan penyelidikan mendalam. Diyakini penyebab hancurnya ban di kedua mobil Ferrari itu berbeda.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Indonesia Tak Boleh Lengah

    Sudah banyak bukti kehadiran anggota Negara Islam di Irak dan Suriah di Indonesia, termasuk bom yang meledak di Kampung Melayu, Jakarta. Apalagi ketika terjadi perang antara simpatisan Negara Islam

  • Lindungi Lansia dari Berbagai Kekerasan

    JAKARTA, KOMPAS Kesadaran dan pengetahuan tentang kekerasan berbasis jender (karena perempuan dan berusia lanjut usia) hingga kini belum banyak mendapat perhatian masyarakat dan pemerintah. Akibatnya

  • Sisi Progresif Kebudayaan

    Kurun waktu 1980-an hingga 1990-an dikenal dalam kalangan ilmuwan sosial sebagai masa terjadinya cultural turn, tatkala kebudayaan mendapat perhatian besar dan aktualitas baru dalam bidang-bidang pend

  • Kegiatan Positif

    Di sela-sela kesibukannya, aktris cantik Catherine Sharon Gasnier (34) tetap meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan positif. Di setiap kegiatan, perempuan berdarah campuran Perancis, Manado, dan

  • Film yang Mengetuk Setiap Saat

    Dari balik tirai panggung konvensi medis, sekelompok pegiat AIDS Coalition to Unleash Power di Paris, Perancis, tiba-tiba keluar dan mengganggu seorang pejabat yang sedang berpidato di podium. Ada yan

  • Narkoba Kian Ancam Masa Depan Bangsa

    JAKARTA, KOMPAS Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif kian mengancam masa depan generasi bangsa. Badan Narkotika Nasional mencatat, dua dari 100 pelajar dan mahasiswa di Indonesia

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas