Rubrik

opini > analisis ekonomi > Disiplin Fiskal dan Pengampunan Pajak


Analisis Ekonomi A Tony Prasetiantono

Disiplin Fiskal dan Pengampunan Pajak

Tahun 2016 merupakan periode yang dinamis dalam pengelolaan fiskal kita. Pemerintah mencoba menargetkan belanja tinggi, Rp 2.080 triliun, yang didu- kung penerimaan pajak yang tinggi pula, Rp 1.539 triliun. Kredibilitas angka-angka ini diragukan, mengingat perekonomian Indonesia dan global masih lesu. Jatuhnya harga minyak dunia ke titik nadir 27 dollar AS per barrel pada Februari 2016 sebenarnya sudah mengindikasikan lesunya perekonomian global. Bagi Indonesia, hal ini kian mencekam karena menyeret harga komoditas, terutama batubara.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • RAPBN 2017, Pulihkan Kepercayaan

    Ada tiga pilar kebijakan yang dapat dipakai pemerintah untuk menggerakkan ekonomi: kebijakan moneter, fiskal, dan struktural.Dari ketiga pilar itu, kebijakan fiskal merupakan instrumen utama peme

  • Disiplin Fiskal dan Pengampunan Pajak

    Tahun 2016 merupakan periode yang dinamis dalam pengelolaan fiskal kita. Pemerintah mencoba menargetkan belanja tinggi, Rp 2.080 triliun, yang didu- kung penerimaan pajak yang tinggi pula, Rp 1.539

  • Efektivitas APBN

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara merupakan cerminan kesehatan suatu negara. Setiap negara, kaya ataupun miskin, menghadapi tantangan pengelolaan APBN, bahkan banyak negara pernah atau sedang me

  • Obligasi Daerah Bisa Menjadi Alternatif

    SURABAYA, KOMPAS Pemerintah daerah bisa berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah dengan membangun infrastruktur dengan sumber dana dari penerbitan surat berharga

  • Memanfaatkan Momentum Fiskal

    Lanskap perekonomian global tengah berubah drastis, pun dengan lanskap peradaban yang sedang mengalami pergeseran serius. Dunia sedang berdialektika menemukan titik keseimbangan baru. Dalam situasi

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas