Rubrik

opini > analisis politik > Populisme Donald Trump, Nasionalisme Megawati


Analisis Politik J Kristiadi

Populisme Donald Trump, Nasionalisme Megawati

Panggung politik dunia geger mendengarkan pidato inaugurasi Donald J Trump yang mengguncang dunia (Kompas, 23/1). Bahkan, nada dasar pidato inaugurasi sama dan sebangun dengan pidatonya dalam kampanye. Mereka yang kecewa tidak hanya melakukan demonstrasi, seperti di Washington DC, New York, Philadelphia, Chicago, dan Los Angeles. Demonstrasi juga merebak di kota besar negara lain, seperti terjadi di Paris, Berlin, London, Praha, dan Sydney.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kilas Politik & Hukum

    Prodi Tata Kelola Pemilu DibutuhkanIndonesia membutuhkan program studi tata kelola pemilihan umum untuk menghasilkan personel Komisi Pemilihan Umum yang kompeten dalam menyelesaikan berbagai masalah y

  • Bisakah China Gantikan AS

    Banyak pakar memprediksi China akan menggantikan posisi Amerika Serikat sebagai negara adidaya nomor satu dunia pada 2025-2030. Berbagai langkah kebijakan luar negeri yang ditempuh Donald John Trump,

  • Trump Tegaskan Kebijakan Proteksionis

    WASHINGTON DC, JUMAT Dunia menyambut pidato Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dengan penuh kekhawatiran, terutama menyangkut kebijakan ekonomi yang mengarah pada proteksionisme. Semua kepu

  • Antisipasi Ancaman Stabilitas Perdamaian

    Amerika Serikat di bawah Donald Trump dalam sekejap berubah proteksionis, anti globalisasi, dan nasionalistik yang anti internasionalis. Tata dunia liberal yang berusia 70 tahun setelah Perang Dunia I

  • Sumarsono, Tiga Bulan Prestasi dan Kontroversi

    Puisi berjudul Aku Dibikin Malu karya Agus Suradika, Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, bisa jadi mewakili penilaian sebagian pegawai soal bagaimana kiprah Sumarsono, Pelaksana Tugas Gubernu

  • Guantanamo Hadapi Ketidakpastian

    MIAMI, RABU Meskipun ada desakan cukup kuat dari sejumlah pihak agar semua penghuni penjara khusus Guantanamo dibebaskan, kegelisahan tetap menghantui, setidaknya 55, narapidana yang masih tinggal di

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas